Feeds:
Pos
Komentar

Sebagai umat beragama kita diminta untuk mempelajari alam, untuk belajar dari alam, karena alam adalah kitab Allah yang  tidak tertulis, disana sini kita dapat belajar banyak hal dan salah satunya ialah dualisme.

Siang Malam, Terang Gelap, Hitam Putih, ……

Menurut saya alam bukanlah suatu dualisme yang saling berkonflik satu sama lain. bahkan alam bukanlah dualisme seperti yang kita bayangkan. Alam adalah suatu kedinamisan dan keberlanjutan yang sempurna yang kadang terlihat seperti bertentangan namun sebenarnya tidak. Dalam Alam yang natural tidak ada pertentangan yang ada ialah keberlanjutan atau continuity yang saling melengkapi dan menyatukan.

Mari kita lihat dari fakta fakta yang paling sederhana.

Terang dan Gelap

Apakah terang dan gelap adalah suatu pertentangan, suatu konflik?

Tentu tidak! Karena gelap sesungguhnya adalah kondisi dimana tidak ada cahaya, jadi dimana ada cahaya maka tidak akan ada gelap. kegelapan dan terang tidak dapat berada dalam satu saat yang sama, betul? karena itu sebenarnya kondisi itu bukan konflik namun sebuah sebab akibat, sebuah konsekuensi.

Ingat tulisan sebelumnya tentang kode biner 1 dan 0 yang menyatakan ada dan tiada. 1 berarti ada cahaya dan kita menyebutnya terang, 0 tidak ada cahaya dan kita menyebutnya gelap.

Siang dan Malam

Kondisi siang dan malam juga terjadi karena ada dan tiadanya Sinar Matahari. Ketika ada cahaya matahari kita menyebutnya siang, ketika tidak dapat cahaya matahari kita menyebutnya malam. Apakah ini berarti pertentangan? menurut saya kok tidak ya, ini hanya perubahan dinamis sebagai akibat pergerakan alam, dalam hal ini rotasi bumi pada porosnya.

Adanya perubahan ini menurut saya harus dipandang sebagai pelajaran untuk berjaga-jaga dan waspada, untuk selalu ingat karena kehidupan selalu berubah.

Hitam dan Putih

Hitam dan Putih adalah warna yang terlihat dimata. Dalam teori warna dan cahaya warna putih muncul ketika seluruh spektrum cahaya yang kena permukaannya dipantulkan. ini dibuktikan secara sederhana dengan memutar lingkaran pelangi, hasilnya ialah warna putih.

sebaliknya apa yang kita lihat sebagai warna Hitam sebenarnya terjadi karena tidak ada satupun dari spektrum cahaya tampak yang pantulkan dan terlihat kita. Karena tidak ada cahaya yang dipantulkan maka permukaannya terlihat hitam.

Benda-benda yang memantulkan sebagian spekrum cahaya dan menyerap sebagian akan terlihat berwarna warni.

Sekali lagi kita belajar bahwa warna hitam putih bukanlah suatu konflik namun suatu suatu kedinamisan dari ada tidak adanya spektrum cahaya yang di pantulkan benda tertentu.

Daftar dualisme diatas menurut saya bisa diperpanjang dan kita akan menemukan hal-hal yang mirip kalau tidak sama bahwa yang selama ini kita pandang dualisme dalam konteks konflik sesungguhnya tidak demikian faktanya.

Dua at kemang

A classic approach brought Dua at kemang to a new ambience of luxury living. It’s 14 units represent an atmosphere of classy craftsmanship of Architecture.

for more information please visit: www.boutiqueproperty.net

Karena baca dan nonton Angels & Demons, saya jadi terpikir pada sebuah pemikiran lama mengenai kebaikan dan kejahatan, hitam dan putih, terang dan gelap, siang malam, dan semua dualisme yang mungkin ada. berikut pemikiran saya.

Kode biner yang terdiri dari 1 dan 0 merupakan contoh yang paling mendasar dari dualisme tersebut. 1 biasanya menyatakan kondisi ada dan 0 menyatakan keondisi ketiadaan, 1 ya, 0 tidak, yin dan yang, dan banyak contoh-contoh lainnya lagi.

Biasanya hal ini lalu dikaitkan dengan sebuah konflik dan pertentangan. Baik melawan jahat, terang melawan gelap, baru melawan lama. Pertanyannya ialah, apakah memang dunia ini diciptakan dengan penuh pertentangan seperti ini?

Mereka yang memegang filsafat ini akan mengartikan bahwa kehidupan mengajarkan jalan yang penuh pertentangan sehingga muncul dorongan emosional untuk menang atau kalah, sehingga muncul dorongan untuk bertarung. Sampai disini kita akan berfikir hopeless bahwa akan selalu ada kejahatan, akan selalu ada kegelapan di dunia ini karena memang dunia diciptakan penuh dengan pertentangan hitam putih, baik dan jahat, lalu bagaimana nasip kemanusiaan kedepannya, apakah memang tidak ada harapan untuk damai dibumi?

Dalam bukunya Wikinomic, Don Tapscott menulis dengan berbagai perkembangan teknologi dan munculnya fenomena global brain, wisdom of crowd maka untuk dapat bertahan perusahaan harus dapat mengadopsi fenomena tersebut melalui kolaborasi secara global yang menurutnya dapat di bagi menjadi beberapa cara.

  1. Peer production, peer production berarti berkolaborasi dengan sesama (peer) untuk membuat sesuatu. Bentuk kerjasama ini bisa berupa proyek outsourcing yang sudah teruji separti yang di lakukan Linus Torvald dalam mengembangkan Linux atau yang dilakukan oleh Mozilla dengan browser fire Foxnya. Pada level korporat IBM melakukannya dengan menggandeng komunitas opensource, untuk menciptakan operating system deserver-servernya.
  2. Ideagora, Don menggunakan istilah Ideagora untuk merujuk bahwa saat ini perusahaan dapat memanfaatkan otak-otak genius diluar perusahaan untuk kepentingan perusahaan. Cara-cara yang dilakukan kurang lebih bisa seperti P&G yang memanfaatkan jasa Innocentive untuk mencari ide yang bagus untuk memanfaatkan paten-paten perusahaan yang belum di manfaatkan. Atau bisa seperti Starbuck, dalam mencari ide minuman Starbuck baru melalui websitenya. Begitu juga yang dilakukan Dell melalui webnya Ideastorm.
  3. Prosumers, produsen konsumen, dimana konsumen dapat menjadi produsen yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Prosumers ini merupakan efek langsung dari berkembangnya trend consumer generated content, dimana sebagian besar content (dalam hal web content inilah yang di jual) dibuat oleh consumer. Ini terjadi terutama dalam situs social network seperti flickr dimana foto-foto yang “dijual” untuk di lihat pengunjung site di upload oleh komunitas atau konsumennya flickr, juga Second Life dimana user/consumer dapat meng create benda dalam linkungan virtual second life.
  4. New Alexandria, Internet merupakan satu perpustakaan besar dimana didalamnya banyak informasi dan pengetahuan manusia sepanjang sejarah. Perusahaan seperti Google dan Microsoft saat ini berlomba untuk mendigitalisasikan berbagai buku-buku dari berbagai perpustakaan besar didunia. Google bahkan memiliki visi untuk mengorganisasikan informasi dunia. Sumber daya yang besar ini merupakan peluang bagi siapapun yang dapat memanfaatkannya. Aspek lain dari tren ini ialahperkembangan pengetahuan secara collaborative seperti yang dilakukan konsorsium perusahaan farmasi besar untum memetakan genom manusia.
  5. Open Platform, untuk meningkatkan proses pengembangan yang cepat dan murah beberapa perusahaan membuka platform produk atau aplikasinya sehingga pihak luar dapat mengembangkan sendiri aplikasi yang pada akhirnya akan menguntungan sang pemilik platform. Seperti yang dilakukan facebook, ditahun 2003 facebook memutuskan untuk membuka platformnya bagi developer luar dan facebook juga mengijinkan para developer itu mendapatkan revenue baik dari penjualan CPC atau CPM, hasilnya ribuan platform dikembangan dan akhibatnya user experience facebook meningkat dan para user berdatangan mendaftar.
  6. Global Manufacture, jaman dimana perusahaan melakukan segalanya sendiri telah berakhir. Diawali oleh trend outsourcing, offsourcing saat ini perusahaan besar seperti Boeing dan BMW tidak lagi melakukan segalanya sendiri. Dalam era outsourcing, perusahaan yang memberi pekerjaan memberikan gambar desain yang detail yang harus di ikuti oleh perusahaan outsourcenya. Namun dalam era global manufacture  ini, sang perusahaan outsource berubah menjadi partner, dalam pengertian, mereka turut dilibatkan mulai dari awal perencanaan produk, desain produk, dan turut menentukan proses serta kualitas produk. Dengan demikian perusahan induk dapat lebih mengoptimalkan ekosistem perusahaan dan partner-partnernya.
  7. Wiki Workspace,  Kolaborasi tidak hanya antara internal perusahaan dengan external perusahaan. Bahkan didalam internal perusahaan juga dapat terjadi kolaborasi yang konstruktif. Misalkan saja bagaimana membangun knowledge database pemecahan masalah customer dapat dibangun dengan menggunakan Wiki, sebuah medium yang dapat di edit bersama-sama secara demokratis. Pengertian lain Wiki workspace ini ialah implikasi pada proses collaboration dalam berbagai proses internal perusahaan seperti komunikasi, evaluasi proyek. Trend ini diperkuat juga dengan semakin banyaknya orang yang bekerja dari rumah.

Demikian beberapa hal yang dibahas Don dalam bukunya.

Perkembangan terakhir di dunia Maya ialah munculnya MMOG/MMORPG dan Virtual World. MMOG (Massively Multiplayer Online Game) berkembang dengan pesat, subscription berkembang dengan cepat beberapa tahun belakangan ini. Untuk game World of War Craft saja sudah mencapai 8,5 Juta pendaftar di seluruh dunia. Dibelakangnya yang juga tidak kalah cepat berkembang ialah Virtual World.

Virtual World ini sering disebut sebagai next step dari perkembangan interface dunia maya, karena sebuah langkah wajar jika interaksi yang berbasis 2D (Web) menjadi 3D (Virtual World).

Virtual World ialah aplikasi “game like” namun didalamnya tidak ada satu tujuan atau goal yang harus di capai. user yang login dalam Virtual World bisa melakukan apa saja layaknya di dunia, bahkan lebih lagi. Di Amerika virtual world ini cukup disorot kalangan bisnis, terbukti dengan banyaknya perusahaan yang sudah terjun membuat representatif dalam virtual world ini, diantaranya IBM, Apple, Dell, dst.

Dari sisi bisnis hal-hal yang bisa di lakukan diantaranya:

1. Sales & Marketing, perusahan dapat melakukan penjualan didalam virtual world seperti layaknya membuka toko atau ikut pameran. di dalamnya semua produk dapat ditampilan dan dapat perjual belikan.
2. Customer Support, perusahaan membuka perwakilan dimana pelanggan bisa mengungkapkan keluhan atau masukkan, di dunia virtual perwakilan bisa di visualkan langsung ditangani manager atau direktur perusahaan yang bersangkutan sehingga terlihat lebih peduli pelanggan.
3. PR/External Communication, dalam Virtual World Anda dapat membuat semacam gethering atau press conference yang terbuka untuk senyalurkan pesan PR anda. karena tidak memerlukan sewa tempat maka biaya bisa di tekan.
4. Internal Commnication. perusahaan bisa membuat semacam ruang sosialisasi virtual atau ruang kumpul dimana semua pegawai bisa dikumpulkan untuk melakukan internal communication.Misalkan saja forum seperti itu dapat dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan visi, misi dan value perusahaan.
5. Training, Perusahaan bisa mensetup training house di dunia virtual. Polanya seperti elearning, namun interfacenya 3D, jadi orang seolah-olah memang masuk ke dalam ruang training dan ada yang mengajar. bahkan materi pelajarannya dapat di visualkan dengan lebih atraktif dan informatif.
6. Recruiting, seperti juga di web, perusahaan bisa mengadakan recruiting bahkan interviewing melalui media ini.
7. Eksperimen, Perusahaan dapat berekperimen dengan produk-produknya misalkan saja perusahaan melakukan pre launcing produk untuk melihat efeknya terhadap pasar. atau berekperimen mengubah logo dan kemasan produk tertentu, dst.
8. Co-Creating Products/Solution, didunia virtual perusahaan bisa sangat terbuka untuk katakanlah merumuskan solusi bersama dengan customer. Misalnya saja dibuat forum-forum diskusi rutin membahas mengenai masalah tertentu. Atau mendiskusikan tentang produk baru yang akan diluncurkan oleh perusahaan.
9. Brand Experience, karena didunia virtual tidak ada batas-batas fisik, maka brand experience dapat di explore dengan lebih creatif dan imaginatif lagi sehingga bisa menimbulkan brand experience yang fantastik.
10. Data Visulisasi, perusahaan jasa atau teknologi tinggi yang biasanya kesulitan dalam menjelaskan produk dan jasana, bisa menggunakanvirtual world ini sebgai media untuk memvisualkan produk atau jasanya dengan lebih menarik.

Demikian beberapa manfaat yang bisa di gali dari keikutsertaan perusahaan dalam dunia virtual.

Idul Fitri 1429

Saya dan keluarga mengucapkan Selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi semua teman, rekan, keluarga, pengunjung blog yang merayakan, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan kata dan tindakan yang telah dan akan terjadi.

Terima kasih,

The World is Flat

Sebuah buku dari Thomas Friedman berjudul The world is Flat mengungkapkan bahwa jaman sekarang ini dunia menjadi semakin datar dalam pengertian berbagai hal yang terjadi akhir-akhir ini membuat lapangan “pertandingan” bisnis menjadi lebih seimbang. Beberapa hal yang mendorong pendataran dunia:

  1. Fall of the Berlin Wall, menandai akhir era perang dingin membuat pengkotak-kotakan dunia menjadi runtuh.
  2. Netscape IPO, menandai awal era internet.
  3. Work flow software, menandai masukkan era connectivity dan interactivity dengan di terapkannya berbagai protokol yang memungkinkan global work flow.
  4. Open-sourcing, banyaknya progam yang dibangun berdasarkan opensource membuat harga-harga software menjadi sangat terjangkau oleh banyak kalangan.
  5. Outsourcing, trend outsourcing di perusahaan-perusahaan besar dunia yang meng-outsource business processnya yang bukan merupakan core usahanya ke pihak lain mendorong interconnectivity secara global.
  6. Offshoring, demikian juga offshoring dimana perusahaan Amerika dan Eropa memindahkan bukan hanya sebagian dari business procesnya melainkan seluruh unit produksinya ke negera lain semakin membuat hubungan industrial global merata.
  7. Supply-chaining, perusahaan seperti WallMart atau Carrefour memiliki supply chain management yang mengglobal untuk mengisi ribuan tokonya dengan ratusan ribu produk-produk dari berbagai negeri. sehingga terciptalah pasar global dimana perusahaan kecil di negara berkembangpun bisa turut menjual ke perusahaan raksasa dengan akses yang tepat.
  8. Insourcing, jika outsourcing sifatnya business process yang di lempar keluar, dalam insourcing ada pihak luar yang di ajak kedalam untuk menangani proses bisnis tertentu.
  9. In-forming, booming informasi seiring dengan perkembangan berbagai teknologi informasi dan komunikasi mendorong kemudahan komunikasi global yang mendorong proses pendataran dunia.
  10. Wireless, teknologi wireless membuat mobilitas meningkat baik ditingkat lokal ataupun global.

Dalam bahasanya sendiri Thomas Friedman menulis dalam bukunya:

“the world is becoming flat. Several technological and political forces have converged, and that has produced a global, Web-enabled playing field that allows for multiple forms of collaboration without regard to geography or distance – or soon, even language.”

Pendataran dunia ini berimplikasi bahwa pengusaha-pengusaha di negara berkembang seperti Indonesia, bila tahun cara memanfaatkan berbagai fasilitas yang ditawarkan teknologi baru akan dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha dari luar negeri.

Sebagai contoh, Singapore merupakan negara pengekspor ikan hias terbesar di dunia. Pastinya ikan hias itu berasal dari berbagai negara dan salah satunya pasti Indonesia. pengusaha di sana bertindak sebagai trader yang menghubungkan pembeli di Eropa atau Amerika dengan petani/peternak ikan hias. Dengan teknologi sekarang ini dimungkinkan sang peternak/petani berhubungan langsung dengan buyer sehingga meniadakan intermediasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seiring dengan semakin datarnya dunia ialah:

  1. Komunikasi ke seluruh dunia yang semakin murah dan mudah. Pengusaha kita dapat bersaing dengan pengusaha global, paling tidak theorinya bisa seperti itu.
  2. Akses buyer secara langsung di pasar utamanya. Ini bisa terjadi baik di dunia B2B ataupun di B2C. Pengerajin di Bantul Jogja bisa menjual produknya langsung pada pembeli di Amerika atau Eropa bila terjadi saling percaya.
  3. Persaingan memperolah makna baru karena ketika kita membuat produk maka kita harus berfikir untuk bersaing dalam lingkup yang lebih global. Walau beberapa produk bisa memanfaatkan keunggulan lokasi,  namun dengan berkembangnya sistem logistik global perbedaan ini semakin kecil. contohnya buku dari luar negeri mungkin bisa di beli dengan harga yang lebih murah melalui Amazon.com dibanding di toko buku setempat.
  4. Diferensiasi, core value produk atau service yang didukung oleh core competency perusahaan harus semakin kuat. Diferensiasi produk harus jelas dan tegas sehingga dapat bersaing secara global.
  5. Online presence mencerminkan kredibilitas dan bonafiditas dari perusahaan. perusahaan besar dapat terlihat buruk bila memiliki website yang buruk, sebaliknya perusahaan yang kecil dapat terlihat profesional dan kredibel karena memilik situs yang baik.
  6. Information leverage informasi dapat tersebar dengan cepat sehingga dengan pendekatan yang benar, dengan menggunakan tools yang tersedia secara online, dengan biaya minim kita dapat mendapatkan eksposur yang luar biasa besar.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tentunya masih banyak hal yang belum tercantum dan akan berubah seiring dengan proses pendataran dunia ini.