Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Thinking’ Category

Dalam marketing konsumen adalah pemegang kekuasaan tertinggi, karena ditangan konsumenlah keputusan pembelian dilakukan. Suatu produk dapat laku atau tidak berada ditangan konsumen sebagai pengguna. Karena itu dikenal ungkapan pelanggan ialah raja, karena memang raja-raja itulah yang memegang kekuasaan.

Dalam demokrasi, rakyat memegang kekuasaan karena di tangannyalah presiden dan wakil-wakil mereka diputuskan.

Dalam marketing konsumen selalu mengambil keputusan tiap hari yang yang berpengaruh terhadap ekonomi perusahaan dan pada akhirnya suatu negara. Dalam demokrasi di negara ini, rakyat hanya punya satu kesempatan dalam 5 tahun untuk memilih presiden dan wakil-wakilnya. Jadi dalam market, kekuasaan konsumen tidak terwakilkan, sedangkan dalam demokrasi kekuasaan rakyat dilaksanakan oleh wakil-wakilnya.

Karena kekuasaan konsumen tidak diwakilkan, perusahaan harus selalu ‘merayu’ dan ‘membujuk’ konsumen untuk membeli jasa atau produk-produknya. sedangkan karena dilakukan 5 tahun sekali maka partai hanya perlu ‘merayu’ dan ‘membujuk’ rakyat 5 tahun sekali.

Pertanyaannya apa bisa demokrasi dilakukan seperti pada market?

Menurut saya susah, karena dalam marketing, konsumen mengambil keputusan untuk diri mereka sendiri dan dengan itu menyatakan kekuasaannya, jadi bottom-up. sedangkan dalam demokrasi/pemerintahan, pada dasarnya adalah top-down dimana keputusan untuk rakyat kebanyakan dilakukan dipucuk pimpinan dan dilaksanakan kebawah.

Jadi menurut saya marketing dan demokrasi itu pada dasarnya ialah proses penyaluran kekuasaan masyarakat so apa bisa di katakan marketing ~ demokrasi? paling tidak dalam hal kekuasaan ini?

Read Full Post »

Salah satu yang saya yakini ialah adanya suatu prinsip-prinsip universal yang berlaku dalam ala mini. Hukum-hukum fisika dan kimia meneguhkan kepercayaan ini. Keyakinan bahwa alam ini dibangun dalam satu kerangka system dan bukan sesuatu yang cheos telah membawa manusia pada perkembangan ilmu dan teknologi hingga saat ini.

Dalam konteks social seharusnya juga ada prinsip-prinsip yang sama. Kadang prinsip ini begitu sederhana dan mudah hingga kadang susah dilaksanakan he..he..he……kelihatannya berlawanan, tapi menurut saya ada benarnya juga, dan prinsip yang sederhana ini biasanya juga terdapat dalam berbagai aspek kehidupan. Kita menjalankannya tanpa sadar dengan demikian mudah, namun biasanya begitu kita menyadarinya jadi susah dilakukan.

Sebagai contoh saya ingin membahas Prinsip: “Memberi lebih baik daripada menerima atau meminta” , karena dengan memberi kita akan menerima. Prinsip ini kalau saya amati banyak terdapat dimana-mana.

1. Belajar, dalam belajar cara yang paling mudah untuk meyakinkan diri kita bahwa kita sudah mengerti ialah dengan mengajar orang lain. Kalau kita memberi atau membagi ilmu dengan orang lain, otomatis kita akan belajar lebih banyak lagi dan akan mengerti lebih dalam lagi. Karena dua hal. Pertama untuk bias mengajar kita harus tahu dan mengerti dulu. Yang kedua, untuk dapat menyampaikan materi dengan tepat kita harus dapat merumuskan konsepsinya terlebih dahulu di otak kita.

2. Law of Attraction, dalam bukunya the secret, Rhonda menulis bahwa untuk mendapatkan uang yang banyak kita harus juga memberi. Alasannya karena dengan kita memberi dan merasa senang karenanya, kekuatan law of attraction akan bergerak untuk memberikita lebih banyak uang lagi supaya kita bias memberi dengan lebih banyak lagi.

3. Robert Kiyosaki, Dalam salah satu bukunya menuliskan bahwa saat ia sedang dalam kondisi kekurangan dia justru memberi dengan lebih banyak lagi. Kemudian beliau juga menganjurkan saat kita sudah mencapai sukses dan financial freedom, kita harus mengembalikan sebagian dari harta yang kita dapat pada orang yang membutuhkan.

4. Agama, dalam agama juga kita dianjurkan untuk memberi sedekah atau zakat walau sedikit. Tindakan memberi selalu dianjurkan dalam agama mulai dari mulai dari memberi harta, makanan, kurban hingga ampunan.

5. Alam danau, bayangkan suatu analogi danau didarat harus mengalirkan sebagian airnya ke sungai agar danau itu tidak mati. Karena air yang dialirkannya pada akhirnya akan ke laut dan kemudian menguap, menjadi awan, dan turun sebagai hujan untuk mengisi kembali air danau itu. So memberi itu disini menjadi bagian dari proses kehidupan.

6. Alam bunga, bunga memberikan madunya pada lebah sehingga ia bias berkembang biak.

7. John Naisbit dalam bukunya Mind Set menuliskan prinsip Jangn menambah tanpa mengurangi. Prinsip ini menurut saya bisa dijelaskan sebagai berikut seperti gelas yang sudah penuh tidak dapat diisi lagi, kalau dipaksakan akan tumpah-tumpah. Maka jalan untuk bisa mendapatkan air baru yang fresh ya dengan memberi atau mengurangi isi yang sudah ada. Sehingga kita dapat mengisinya lagi dengan sesuatu yang beru sehingga kita bisa berkembang.

8. Bela diri, Dalam ilmu beladiri Ikido, juga diajarkan untuk memancarkan atau memberikan Ki atau Chi, pada setiap orang sehingga seeorang dapat menerima Ki atau Chi yang lebih banyak.

9. Bisnis, Dalam berbisnis juga sebenarnya prinsip ini yang berlaku, sebelum customer membeli produk kita, kita harus memberikan atau paling tidak mengkomunikasikan value dari produk dan jasa yang kita berikan pada customer.

10. Internet, Perkembangan dunia bisnis di Internet saat ini diwarnai dengan berbagai hal yang diawali dengan memberikan service gratis atau free. Email free, free sample, free download dll. Baru kemudian ketika customer tertari, perusahaan bisa menawarkan premium service dengan bayaran.

11. Open Source, Fenomena opensource juga diawali dengan memerikan source secara gratis untuk kemudian mendapat income dari support dan jasa implementasi.

12. Keseharian, Dalam level keseharian seringkali kita juga dihadapkan pada pelaksanaan prinsip ini. Misal kita harus memberikan tenaga dan waktu pada perusahaan sebelum mendapat gaji.

Saya yakin masih banyak contoh lain yang mirip-mirip seperti hal-hal di atas. Silahkan menambahkan dalam komentar Anda.

Read Full Post »

Internet, Medan Perang Baru?

Kemarin saya membaca 2 berita terpisah, yang satunya di Internet, berita yang menyatakan bahwa di Amerika pada tahun 2011 Internet akan menjadi medium terbesar dimana mereka menghabiskan dana marketingnya. saat itu media cetak dan televisi konventional akan berkurang share iklannya. Untuk di Indonesia, hal ini mungkin saja masih lama akan terjadi, namun dari sejarah trend yang dimulai di Amerika biasanya berkembang menjadi trend dunia, apalagi yang berkaitan dengan Internet.

Disisi lain saya membaca diharian kompas mengenai bagaimana arus bandwidth yang tinggi ke international network merupakan area spending terbesar dari ISP-ISP di Indonesia. hal ini terjadi karena situs-situs favorite orang Indonesia ialah situs internasional yang nota bene ada di Amerika.  Harus diakui bahwa Amerika saat ini memimpin perkembangan di dunia Internet dengan berbagai perusahaan .com nya menggurita.

Kalau kedua trend tersebut terjadi artinya perusahaan-perusahaan di Indonesia akan mulai memasang iklan di situs-situs yang dimiliki perusahaan Amerika atau dunia yang secara fisik berada nun jauh di sana namun dekat dengan pengguna-pengguna di Indonesia. Jangan kaget kalau nanti iklan minuman Bandrek atau wedang terpampang di google, facebook atau yahoo. minuman yang tidak dikenal disana.

Saat itu, bagaimana wajah industri media di tanah air? Apakah akan menjadi lebih lesu dari saat ini, atau bisa bangkit membangun centra-centra komunitas internet yang kuat bersaing dengan witus-situs yang ada. Sesuatu hal yang berat mengingat hingga saat ini Indonesia tidak memiliki situs .com yang mendunia.

Andai kata video, movie, music, ring back tone, wallpaper, TV, Radio dll banyak di beli atau di nikmati melalui internet pada situs-situs yang berada di luar negeri, apakah keuntungan dari negeri ini? Apa ada pajak yang dibayarkan? berapa potensi pajak yang akan hilang? berapa potensi iklan yang berkurang, berapa biaya bandwidth yang harus dibayarkan? dan banyak pertanyaan lagi. 

Well, kelihatannya medium maya internet akan menjadi peperangan berikutnya bagi kekuatan ekonomi-ekonomi dunia. Dan masalah ini bukan hanya untuk Indonesia, namun semua negara lain karena di dunia ini, tidak dibatasi oleh batas fisik dan teritorial. bahkan ada kemungkinan akan muncul mata uang internet yang berlaku secara universal dengan bank-bank internet yang bertugas melakukan transaksi tukar.

Singapore negeri kecil ini sangat menyadari arti penting Internet bagi perekonomiannya kedepan sehingga negara ini saat ini banyak memberikan grand ataupun sumbangan bagi perusahaan ataupun proyek-proyek pengembangan multimedia dan internet. Bagi Singapore Internet merupakan konsekuensi logis masa depan ekonomiknya karena secara fisik, mereka sudah sangat optimal.

Pertanyaannya kemudian  apa yang bisa dilakukan Indonesia? Bayangkan ketika nanti hampir semua yang bisa di digitalisasi ditransaksikan melalui internet, akankan Indonesia gigit jari karena warganya belanja dari toko sebelah?

Read Full Post »

Sinetron Kita

Beberapa saat sebelum lebaran tahun ini saya sering berkesempatan pulang lebih sore, dan berhubung masih sore maka TV pun dikuasai oleh mereka yang selalu dirumah dan tontonan Sinetronpun terpampang didepan mata.

 

Sebelumnya memang saya sudah membaca ataupun mendengar banyak kritik mengenai dunia pertelevisian kita yang didominasi oleh tontonan Sinetron. Karenanya ekspektasi saya juga tidak terlalu tinggi.

 

Ketika saya menonton sendiri, saya berfikir kalau rating Sinetron adalah acara TV yang paling tinggi, berarti sebagaian besar masyarakat Indonesia mendapat informasi dan gambaran “realita” seperti yang ada dalam sinetron. Masalahnya ketika mereka menginternalisasi hal-hal yang didalam sinetron tanpa sadar maka paradigma-paradigma yang akan terbentuk juga tidak akan sehat.

Ada beberapa point yang menurut saya perlu dipikirkan.

1. Bila sepanjang sinetron katakanlah 50 episode penonton disuguhi cerita dimana pihak yang baik menderita dan bodoh dan hanya di episode terakhir yang jahat kalah, maka yang akan terekam adalah jadi orang baik itu identik dengan bodoh dan rugi. so… jadilah orang yang licik tapi hati-hati.

 

2. Ada digambarkan seorang anak kecil yang sangat dewasa dalam menerima penderitaan. Tidak digambarkan sebagai seorang anak yang lebih polos dan banyak bermain.

 

3. Disisi lain ada anak yang dilukiskan sangat licik sehingga semua tentangnya serba palsu dan licik tidak ada unsur kebaikannya sama sekali.

 

4. Penggunaan kata-kata ‘kasar’ yang bertebaran diberbagai bagian sinetron terutama dibagian yang marah-marah. Ditambah lagi visualisasi mata melotot dan sound efek yang dramatis.

 

5. Cerita yang berputar-putar cenderung tidak logis seolah memaksakan realita yang tidak nyata. Jadi teringat ibu saya baru menonton satu episode pertama sebuah sinetron langsung marah-marah… 🙂

 

6. Point 5 itu biasanya diakhiri dengan cepat dalam 1-2 episode terakhir yang sebenarnya kadang sudah diprediksi jauh hari sebelumnya.

 

7.Kalau diperhatikan cerita adanya kecelakaan, lupa ingatan, penculikan, fitnah, penipuan hampir selalu ada

 

Wah daftar ini bisa terus diperpanjang (kalau ada yang mau memperpanjang silahkan)

dan… Begitulah realita sinetron kita menurut saya, well yang saya takutkan ialah kalau generasi baru Indonesia besar dalam gambaran realita seperti itu, akan jadi seperti apa nantinya negara ini.

 

Apa kata dunia?

Read Full Post »

Alfin Tofler mejelaskan perkembangan dunia yang terdiri dari 3 gelombang, yaitu gelombang pertanian dimana alat produksi yang vital ialah tanah, karena dengan tanahlah kita berproduksi dan berpenghasilan. Dalam masa ini tuan tanah merupakan pihak yang berkuasa siapa yang memiliki tanah yang luas dialah yang berkuasa, masa-masa Feodalisme. Nggak heran kalau banyak penjajahan, mereka mencari tanah tanah baru untuk ditanam dan berproduksi.

Kemudian datang gelombang industri. disini proses produksi di hasilkan melalui pekerjaan-pekerjaan manufacture atau pabrik. Dalam masa ini pemilik pabrik, negara-negara yang memiliki teknologi manufacture merajai dunia. Masa industri ini ditandai dengan munculnya perusahaan-perusahaan dunia dengan teknologi baru dan munculnya kelas-kelas pekerja dan pemilik modal. Standardisasi berkembang mulai dari pekerjaan, pendidikan, bahkan sampai arsitektur modern .

Berikutnya datang gelombang ketiga yang kerap disebut gelombang post industrialis atau abad informasi. Dalam masa ini pengetahuan atau knowledge adalah senjata terbesar. mereka yang memiliki informasi dan pengetahuan dapat memimpin didepan.

Mencermati perkembangan terakhir:

Budaya Industri yang ditambahkan dengan value informasi telah membawa kita ke masa kelimpahan dimana mereka yang berpenghasilan tinggi dan yang rendah dapat menggunakan barang yang relatif sama contoh kaum berpendapatan tengah dapat membeli baju dengan model yang sama dengan yang dihasilkan butik-butik mahal. dst.

Proses produksi dan kompetisi bersaing juga berkembang dari theory classic Porter mengenai strategi bersaing differensiasi, cost ledarship dan focus, menjadi best producer, mass customization, luxury.

Dan perkembangan terakhir dari membaca koran-koran, kekuatan-kekuatan dunia mulai bergeser. geopolitik bergeser saat ini. kemajuan teknologi tidak dapat memungkiri bahwa pada akhirnya natural resources juga dapat berbicara banyak.

Negara negara pemilik sumber daya alam saat ini mendapat angin segar. Negara seperti  Venezuela, Bolivia bisa bicara keras tentang Amerika dan berdiri dengan sombong karena mereka memiliki minyak. Timur tengah kebagian kebanjiran dana dari naiknya harga minyak ke level yang sangat tinggi ($90-an) saat ini.

Tidak hanya itu, harga komoditas perkebunan seperti minyak kelapa sawit, coklat, dll terus bergerak meningkat seiring dengan pertumbuhan dunia.

Disisi lain Issue Global Warming memberikan kekuatan bagi negara-negara pemilik huta-hutan terluas seperti Brazil dan Indonesia. sehingga memiliki posisi penting di dunia.

 Nah didunia seperti ini siapa yang akan menentukan arah dunia menetapkan dasar-dasar dunia kedepan nantinya? Mereka yang memiliki teknologi vs mereka yang memiliki natural resource?

Read Full Post »

Lihat Faktanya!

John Naisbite dalam bukunya mind set disalah satu babnya menulis Fokus pada skor pertandingan. Maksudnya ialah untuk menilai segala sesuatu tidak dari apa yang ditulisa atau yang dikatakan media-media namun dari apa yang terjadi dilapangan. Atau dengan kata lain lihat faktanya.

Dalam pertandingan olahraga, fakta dan nilai skor hasi dari pertandingan hampir selalu menunjukkan fakta yang sebenarnya. namun di dunia politik, marketing dll. seringkali kampanye, promosi dan berita-berita serta informasi yang beredar mengaburkan kita dari fakta yang sebenarnya.

Makanya kita harus selalu mencari apasih faktanya?

Dalam prakteknya sering kali susah membedakan antara fakta dan kampanye, karena hujan informasi yang sedemikian derasnya hingga kita serasa berjalan diwilayah berkabut yang tidak jelas. Jadi kemudian pertanyaannya, bagaimana cara melihat fakta yang benar dan bagaimana kita tahu kalau fakta itu adalah benar fakta?

Salah satu jawaban adalah, apa yang telah dilakukannya, track recordnya, bisnisnya, keluarganya dst. dan.. terakhir ialah hati nurani yang jujur.

Read Full Post »

Sejarah

Kurang lebih 10 tahun yang lalu, saya mengikuti pelatihan dan saya mendapat satu pemahaman baru mengenai sejarah. Sering kali kata sejarah menacu pada masa lalu yang sudah tidak dapat kita ubah lagi. sejarah perjuangan, sejarah ilmu pengetahuan dan banyak hal-hal lainnya.

Namun hari itu sang pembicara mengatakan “Pada akhirnya, kita harus selalu mengingat pada setiap pilihan tindakan yang kita lakukan, kita ingin dicatat dalam sejarah seperti apa?”

hal ini mengingatkan sejarah bukanlah dibuat untuk orang-orang dahulu kala saja. Kita hari ini juga membuat sejarah yang akan dicatat dan dikenang selama hidup kita bahkan setelah kita tidak ada. Sejarah itu mulai dari hal kecil seperti apa yang kita katakan pada teman sebangku di sekolah, sumbangan dan amal kita, tindakan dan perkataan kita.

Dan pada akhirnya orang akan membacakan sejarah hidup kita, bila kita beruntung tumbuh menjadi public figure, hal ini menjadi lebih penting lagi, apakah kita akan dicatat sebagai pemimpin yang baik, atau seorang koruptor!

Well, blog ini juga merupakan usaha saya untuk meninggalkan sedikit sejarah dalam hidup saya.

So,……. mulailah membuat sejarah

Read Full Post »

Older Posts »