Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Idea’ Category

Logo Visit Indonesia

Visit Indonesia 2008 merupakan program promosi Indonesia yang menurut saya baik sekali. Walaupun masih banyak kekurangan disana-sini namun usaha seperti ini harus dimulai sekarang juga. Memang ada resiko dimana turis asing yang datang dengan ekspektasi tinggi dapat kecewa bila melihat kondisi yang ada, namun kalau tidak dimulai saya pikir kita tidak akan pernah berjalan kedepan.

Dalam program Visit Indonesia 2008 ini pemerintah meluncurkan 100 program acara yang tersebar diberbagai tempat sepanjang tahun 2008 ini artinya kurang lebih tiap 3-4 hari ada event yang dilakukan. Saya sendiri kurang tahu apakah event tersebut khusus di lakukan dalam rangka program ini atau existing event yang di rangkaikan dalam program ini. Apapun faktanya saya mendukung sepenuhnya.

Berkaitan dengan hal ini saya memiliki beberapa ide yang mungkin sudah atau belum terpikir untuk memperkuat program visit Indonesia 2008, berikut ini beberapa ide:

1.Grand Event.
Saya membayangkan ada suatu event besar atau grand event di akhir tahun sebagai Gong pembukaan dari program. Event ini bagusnya dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dibuat semacam mega basar dimana setiap daerah harus berpartisipasi. Bayangannya seperti Jakarta Fair namun kelasnya Indonesia. Tiap anjungan mengisinya dengan produk daerah dan budaya-budaya daerah. Pihak kedutaan di undang dan di beri ruang untuk promosi, juga untuk mengisi acara. Undangan juga di sebar keseluruh Negara asing.

Tujuan dari acara ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan potensi wisatanya pada wisatawan asing dan domestic. Jadi semacam pengenalan menyeluruh mengenai Indonesia.

Tantangannya tentunya bagaimana membuat turis asing mau datang melihat acara ini bisa saja di buat paket wisata extra murah, dst.

2.Internet
Menggunakan Internet sebagai sarana promosi yang relative murah dan efektif, beberapa yang bisa dilakukan (Beberapa sudah dilakukan saya rasa) ialah:

  • Menyebarkan image-image dan video-video mengenai Indonesia melalui official site, melalui social network site, melalui download site, dst.
  • Mengekspose berita-berita event ataupun berita positif mengenai Indonesia melalui penyediaan widget khusus Visit Indonesia 2008.
  • Membuat Blog atau Planet (kumpulan blog) yang memuat mengenai wisata di Indonesia, terutama yang menggunakan bahasa Inggris.
  • Memanfaatkan forum-forum diskusi, social network site, untuk berpromosi
  • Masuk dalam milis-milis asing mengenai budaya, wisata, dan dagang untuk memasukkan informasi mengenai Indonesia.
  • Membuat milis khusus Visit Indonesia 2008
  • Membuat game online yang menarik untuk dimainkan
  • Membuat viral Visit Indonesia 2008 yang menarik.
  • Buat forum testimonial yang berisi betapa bagusnya Indonesia
  • Kalau perlu buat perbandingan potensi wisata di Indonesia dibandingkand dengan negera Asia Tenggara atau Negara Asia lainnya.

3.Paket Terintegrasi
Membuat Program atau paket yang terintegrasi antar daerah, antar event, misal ada paket khusus untuk ke 100 event, atau paket untuk semua event tentang budaya dst. Intinya adalah nuansa integratif antara event. Kalau perlu bila seseorang melihat event-event tersebut, akan mendapat point yang bisa ditukar dengan voucher belanja produk Indonesia di tempat tertentu. Disini intinya, bagaimana membangun program yang terintegrasi.

4.Direct Video
Selain Internet, technologi mobile saat ini memungkinkan kita mengakses video dari sebuah kamera CCTV. Pemerintah bisa memasang kamera di semua lokasi turis unggulan, kemudian calon pengunjung dapat mengakses kamera tersebut dan melihat live video dari negaranya. Misal bagaimana turis dapat melihat senja di Tanah Lot Bali melali kamera, hal ini akan memicu keinginan untuk mengunjungi langsung. Note: Point of viewnya tentunya harus bagus.

5.Ambasador
Menggunakan tokoh-tokoh asing (prefer dari negara-negara terkait) untuk di angkat sebagai ambasador dari Visit Indonesia 2008, jadi bukannya mengangkat orang Indonesia, namun misalkan tokoh asing seperti Barack Obama (kalau beliau ternyata tidak jadi presiden) untuk turut mempromosikan Indonesia. Kalau ternyata beliau jadi presiden US, mungkin Brat Pitt, atau Harisson Ford bisa juga sebagai gantinya :-). Intinya tokoh yang mendunia.

6.Barack Obama factor
Saat ini mata dunia sedang mengarah pada kampanye presiden di USA, Barack Obama salah satu calon dari partai demokrat pernah hidup dan berkembang di Indonesia. Fakta ini jika dimanfaatkan dengan benar dapat mengangkat nama Indonesia di level international. Cukup dengan mengkampanyekan, misalkan:

” Do you know that Barack Obama, get his charming character from Indonesia?”

Dan kampanye ini di arahkan untuk mereka yang berada di Amerika dan Eropa.
Kesempatan ini tidak datang dua kali loeh.

7.Special Tour
Saya pernah dengar bahwa Indonesia memiliki salah satu lokasi surfing terbaik didunia di banyuwangi. Juga memiliki taman laut salah satu yang terbaik di dunia di Sulawesi. Juga memiliki lokasi Gantole terbaik di dunia. Indonesia juga memiliki hutan tropis yang kedua terbesar di dunia. Semua hal-hal yang unik ini seharusnya dapat di godok untuk membuat special tour bagi turis.

8.Kampanye kedalam
Kemarin saya membaca (lupa persisnya dimana) orang Indonesia jangan bicara buruk tentang negaranya. Well,… dalam batas-batas tertentu saya setuju. Kalau sebagian besar orang Indonesia bicara hal-hal yang baik dan positif tentang Indonesia, maka kemungkinan masyarakat kita akan menjadi lebih optimis. Bila dan hanya bila masyarakat kita dapat menghargai negaranya sendiri (dalam hal ini potensi wisatanya) maka turis asing tentunya juga akan percaya untuk datang ke Indonesia. Perubahan paradigma lainnya yaitu penghargaan, dan keramahan juga harus di benahi hingga ke level pedagang dan mereka-mereka yang bersentuhan langsung dengan turis karena experience para turis itu pada akhirnya ditentukan oleh bagaimana masyarakat kita bersikap.

Demikianlah beberapa ide mengenai Visit Indonesia 2008 yang sempat menyangkut di kepala saya. Kalau ada yang mau menambahkan monggo.

Iklan

Read Full Post »

Mobile Operator

Kalau mengikuti perkembangan industry mobile communication saat ini, kita memang melihat betapa rapatnya dan betapa ketatnya persaingan antara para pemainnya Telkomsel (KartuHalo, Simpati, Kartu As), Indosat (matrix, IM3, Mentari), Excelcom (Xplor, Bebas, Jempol), Bakrie Telecom (Esia, Wiphone), Bimantara (Mobile 8), Hutchison (3), Sinar Mas (Smart), Natrindo, dan mungkin akan banyak lagi pemain yang akan muncul.

Satu hal yang menarik ialah begitu ‘rusuh’ nya mereka semua beriklan sampai-sampai konsumen menjadi bingung mana yang menawarkan value terbaik karena hampir semua key message yang ditonjolkan seperti harga pulsa, bonus, gimmick dan lainnya begitu beragam dan memiliki syarat dan ketentuan masing-masing yang makin membuat konsumen semakin pusing.

Ditengah arus ini menurut saya akan sangat bermanfaat bila ada operator yang memposisikan diri sebagai wise company yang menampilkan brand personalitynya sebagai brand yang jujur dan sederhana. harga yang jelas dan ketentuan yang tidak macam-macam.Sebenarnya ketika XL mengeluarkan komunikasi yang tanpa syarat dan ketentuan berlaku, saya salut dengan konsep pelayanan tersebut, namun apa daya hanya dalam waktu beberapa bulan (atau minggu) bentuk komunikasi itu diganti dengan yang Rp1/detik yang ternyata menggunakan syarat dan ketentuan juga, sungguh disayangkan menurut saya.

3 sebenarnya menurut saya sudah mencoba ke arah ini dengan style komunikasi desain yang minimalis dan message yang jelas sudah mencoba kearah ini. Desain customer service yang minimalis, dan logo 3. Mereka juga menggunakan anak-anak sebagai bagian dari komunikasinya menurut saya karena dua hal pertama menggunakan assosiasi keluguan anak untuk mendukung kesederhanaan brand 3 dan mencoba menggapai future market mobile komunikasi (atau mungkin saat ini anak-anak memang sudah umum punya HP?) melalu first time pengguna.

Bagaimana menurut rekan-rekan terutama yang bergerak diindusty telekomunikasi ini, apabila ada satu operator yang membungkus brand personalitynya baik corporate ataupun product) dengan dengan personifikasi wiseman, orang terpercaya. Yang diterjemahkan secara konsisten dalam komunikasi, skema harga, sampai proses registrasi. Apakah menurut rekan-rekan akan sukses?

Tentunya point of parity industry seperti kualitas jaringan, jangkauan komunikasi, dan customer services telah terpenuhi terlebih dahulu.

Read Full Post »

Good News

Saya selalu tergoda dengan kenyataan bahwa hampir semua media didominasi olah berita-berita yang menimbulkan emosi negatif, atau berita buruk. Kriminal, perceraian, bencana, kekurangan dst. kecuali tentunya berita-berita mengenai olah raga seni yang cenderung netral. Ada juga media yang menjual informasi hobby seperti automotif, seni, rumah, gedget dst.

Yang ingin saya kemukakan disini terutama ialah media yang menyiarkan berita berita yang cenderung berita buruk atau bad news, seolah-olah tidak ada berita baik atau tidak dapat melihat sisi baik suatu kejadian. Seperti teori persepsi yang menyatakan apakah anda melihat gelas itu setengah penuh atau setengah kosong, mengapa tidak ada media yang memfokusnya point of view pemberitaannya pada sisi baiknya.

Misalkan bencana di Aceh, media ini akan memberitakan semua fakta yang terjadi di Aceh sama seperti media lainnya namun dengan point of vew bahwa bencana nasional ini justru membawa kebersamaan nasional dan semangat saling tolong-menolong. Atau berita korupsi, media ini mungkin akan memfokuskan pada langkah kecil maju yang telah dilakukan untuk proses pembersihan pemerintahan dan memberantas korupsi, sehingga menimbulkan keyakinan dan perasaan positif bahwa korupsi memang bisa di bersihkan, dan bukan memfokuskan berita pada mengakarnya korupsi di Indonesia sehingga orang yang membaca merasa seolah-olah korupsi tidak dapat di berantas. Bahkan kejadian kriminal seperti penculikan anak, media ini lebih berfokus pada mengapa terjadi penculikan dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terulang, dan tentunya menghimbau untuk tidak melakukan hal yang sama.

Kesimpulan, media yang menimbulakan harapan dan hal-hal yang positif sehingga yang membaca dapat merasakan hidup yang lebih baik. Sebagai catatan idenya media ini bukannya hanya memuat berita baik saja, namun point of view dalam setiap penulisannya menimbulkan perasaan dan pikiran positif pembacanya. inilah yang menjadi dasar positioning dan diferensiasinya

Pertanyaannya kemudian memang apakah secara bisnis media seperti ini dapat di jual? apakah dapat menguntungkan? adakah pasar untuk jenis media seperti ini.

Atau,… pertanyaannya dibalik bagaimanakah memarketingkan atau menjual produk media yang seperti ini? Adabaiknya dipertimbangkan hal-hal seperti berikut:

1. Secara teori blue ocean, jelas media seperti ini memiliki customer value yang distictive dari para pesaingnya karena menawarkan sesuatu yang berbeda tentunya untuk segmen pasar yang berbeda. Namun  apakah nilai yang berbeda ini memang di value olah masyarakat? ini dia kuncinya.

2. Secara segmentasi dan target pasar, jelas media ini harus menyasar ke segmen orang-orang yang memang menginginkan berita positif apakah ada segemen ini atau kalaupn ada apakah sudah cukup besar?

3. Positioning, jelas berbeda diferensiasi ide ini sudah di jelaskan diatas, dan pastinya jika dipromosikan dengan benar dan di kombinasikan dengan konsep brand yang matang dapat dibangun brand personality yang kuat.

Untuk mereka yang bisnisnya media, bagaimana pendapatnya? apakah mungkin dilakukan? apakah pernah dilakukan dan bagaimana hasilnya?

Read Full Post »