Dualisme Bag III: dualisme complementary

Perlu diakui bahwa alam juga melahirkan dualisme yang memang berbeda seperti pria dan wanita, jantan dan betina, dst. Namun perlu digaris bawahi bahwa perbedaan ini juga bukanlah untuk ber konflik, melainkan untuk saling melengkapi. Yang satu tidak dapat berlanjut hidupnya tanpa yang lain, dan keduanya juga bukan saling beradu namun saling menyatu.

So,… sebenarnya darimana datangnya pemikiran bahwa di dunia ini selalu akan ada kejahatan, karena tanpa ada yang jahat kita tidak akan tahu yang baik.. sungguh sesuatu yang menyesatkan.

Iklan

Satu respons untuk “Dualisme Bag III: dualisme complementary

Add yours

  1. Sometimes, it’s not just duality. It’s diversity. It’s something more complicated, but yet something more uniting our differences. To say that one cannot live without the others in diversity might not be correct, but one certainly will not be beautiful, or recognized, without the other.

    Just two-cents of what crossed my mind. Cheers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: