Dualisme Bag II: dualisme alam

Sebagai umat beragama kita diminta untuk mempelajari alam, untuk belajar dari alam, karena alam adalah kitab Allah yang  tidak tertulis, disana sini kita dapat belajar banyak hal dan salah satunya ialah dualisme.

Siang Malam, Terang Gelap, Hitam Putih, ……

Menurut saya alam bukanlah suatu dualisme yang saling berkonflik satu sama lain. bahkan alam bukanlah dualisme seperti yang kita bayangkan. Alam adalah suatu kedinamisan dan keberlanjutan yang sempurna yang kadang terlihat seperti bertentangan namun sebenarnya tidak. Dalam Alam yang natural tidak ada pertentangan yang ada ialah keberlanjutan atau continuity yang saling melengkapi dan menyatukan.

Mari kita lihat dari fakta fakta yang paling sederhana.

Terang dan Gelap

Apakah terang dan gelap adalah suatu pertentangan, suatu konflik?

Tentu tidak! Karena gelap sesungguhnya adalah kondisi dimana tidak ada cahaya, jadi dimana ada cahaya maka tidak akan ada gelap. kegelapan dan terang tidak dapat berada dalam satu saat yang sama, betul? karena itu sebenarnya kondisi itu bukan konflik namun sebuah sebab akibat, sebuah konsekuensi.

Ingat tulisan sebelumnya tentang kode biner 1 dan 0 yang menyatakan ada dan tiada. 1 berarti ada cahaya dan kita menyebutnya terang, 0 tidak ada cahaya dan kita menyebutnya gelap.

Siang dan Malam

Kondisi siang dan malam juga terjadi karena ada dan tiadanya Sinar Matahari. Ketika ada cahaya matahari kita menyebutnya siang, ketika tidak dapat cahaya matahari kita menyebutnya malam. Apakah ini berarti pertentangan? menurut saya kok tidak ya, ini hanya perubahan dinamis sebagai akibat pergerakan alam, dalam hal ini rotasi bumi pada porosnya.

Adanya perubahan ini menurut saya harus dipandang sebagai pelajaran untuk berjaga-jaga dan waspada, untuk selalu ingat karena kehidupan selalu berubah.

Hitam dan Putih

Hitam dan Putih adalah warna yang terlihat dimata. Dalam teori warna dan cahaya warna putih muncul ketika seluruh spektrum cahaya yang kena permukaannya dipantulkan. ini dibuktikan secara sederhana dengan memutar lingkaran pelangi, hasilnya ialah warna putih.

sebaliknya apa yang kita lihat sebagai warna Hitam sebenarnya terjadi karena tidak ada satupun dari spektrum cahaya tampak yang pantulkan dan terlihat kita. Karena tidak ada cahaya yang dipantulkan maka permukaannya terlihat hitam.

Benda-benda yang memantulkan sebagian spekrum cahaya dan menyerap sebagian akan terlihat berwarna warni.

Sekali lagi kita belajar bahwa warna hitam putih bukanlah suatu konflik namun suatu suatu kedinamisan dari ada tidak adanya spektrum cahaya yang di pantulkan benda tertentu.

Daftar dualisme diatas menurut saya bisa diperpanjang dan kita akan menemukan hal-hal yang mirip kalau tidak sama bahwa yang selama ini kita pandang dualisme dalam konteks konflik sesungguhnya tidak demikian faktanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: