Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2008

Kita terbiasa dengan model promosi atau iklan broadcast, sehingga sering di sebut mass media, sifatnya satu arah dan tidak terarah, karena dipancarkan kesemua arah dan “tidak peduli” apakah informasi yang dipancarkannya diterima, di lihat atau tidak. Organisasi seperti Nielsen yang membuatnya jadi make sense bahwa broadcast itu ternyata di lihat loeh, atau di dengar loeh, dst.

Kehadiran digital media mengubah secara mendasar filosofi ini. Dalam digital media seperti internet setiap konsumen mengakses melalui PC/Laptop yang memiliki IP tertentu, Dalam dunia mobile juga ada no Hp yang unik untuk setiap device. no dan alamat yang unik inilah yang di sebut addressible, artinya secara teknologi dimungkinkan untuk seorang marketer menyasar segment yang extreme seperti segment of one.

Namun jangan salah mengartikan bahwa digital media ini tidak menjangkau khalayak luas, saat ini dengan pengguna internet di Indonesia yang sekitar 25 juta, Internet bisa dikatakan sebagai mass media,…. mass media of one.

Peralihan karakter media ini yang membawa efek lainnya seperti kontekstual advertising, behavioral ad dst.

Iklan

Read Full Post »

Dirancang oleh Tom Elliot, Apartemen Menteng 36 ini merupakan salah satu apartemen low rise yang sangat eksklusif, dan… terbatas, hanya ada 20 unit dan sudah terjual 5 unit pula.

Well, take a look some of its 3D below

Untuk detail mengenai proyeknya bisa langsung saja ke webnya www.boutiqueproperty.net

Read Full Post »

Hari minggu kemarin saya bermain dengan anak saya semata wayang, bermain menggambar dan mewarnai gambar-gambar. Menarik ketika giliran saya menggambar dan memilih warna putri saya itu merebut alat gambar atau alat mewarnai dan mulai membuat bentuk-bentuk baru yang sebelumnya tidak ada dalam rencana otak saya, begitu pula kombinasi warna-warna baru tersaji begitu saja enurut seleranya. mendadak saya merasa diingatkan bahwa dalam dunia digital konsumen pada dasarnya berlaku menyerupai fenomena ini.

Sebagai marketer kita coba membuat image brand berdasarkan konsep-konsep yang sudah di pikirkan matang-matang, seringkali bahkan dengan membayar konsultan brand yang cukup tinggi. Namun di era web 2.0 ini marketer harus berhati-hati karena seperti juga anak saya konsmen akan mencoba untuk menggambarkan image brand anda sesuai dengan apa yang ada dalam bayangannya dan mewarnainya sesuai dengan apa yang dilhatnya.

Web 2.0 yang merupakan conversation diantara para pengguna yang menimbulkan kekuatan Groundswell kedepan akan memiliki kekuatan yang significant dalam membentuk brand Anda. Merekalah yang sekarang memegang kontrol atas peredaran informasi di Internet, informasi itulah yang akhirnya membentuk image brand Anda.

Sebagai Brand owner apa yang sebaiknya anda lakukan?

  1. Join conversation, Anda sebaiknya bargabung dalam percakapan dan lintas informasi di Internet, dengan begitu Anda dapat sedikit banyak mempengaruhi arah pembicaraan. Perlu di ingat sebaiknya Anda masuk kedalam percakapan secara jujur dan open minded, jangan membuat fake blog (flog) seperti yang dilakukan Wal Mart.
  2. Critics, Menerima kritik sebagai masukkan, jangan anda melakukan konfrontasi langsung dengan konsumen, karena bila mereka tidak suka karena merasa arogansi perusahaan terlalu besar, mereka bisa melakukan posting berita atau kritik itu ke jauh lebih banyak blog lainnya. Terima kritik dengan elegan.
  3. Tools for Interaction, Sampai titik tertentu perusahaan atau brand owner harus juga membuka atau bahkan memberikan tools kepada konsumen untuk berinteraksi dengan brand baik memberi masukkan untuk pengembangan produk, review, atau komentar tertentu tentang produk anda.
  4. Brand Ambasador, Dengan mengawasi conversation yang terjadi perusahaan dapat memilih beberapa brand ambasador diantara mereka, brand ambasador ini yang kemudian dapat menjadi semacam buffer antara suara konsumen dan suara perusahaan, karena konsumen tentunya lebih percaya suara konsumen lainnya dibandingkan dengan suara perusahaan.

Demikian beberapa pemikiran yang bisa di share bersama.

Read Full Post »