Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2008

Sebuah buku dari Charlene Li berjudul Groundswell mencoba menjabarkan kekuatan baru yang muncul di Internet berkaitan dengan kemunculan fenomena social media dan social teknologi di Internet.

Istilah ini per definisi yang say terjemahkan secara bebas ialah fenomena dimana konsumen atau kustomer tidak lagi mencari data informasi dari institusi-institusi resmi melainkan dari sesama konsumen dan kustomer. Secara umum fenomena ini menandai shifting power dan kontrol dari corporation atau perusahaan ke tangan konsumen. Kalau dulu perusahaan terutama media banyak mendrive informasi yang di lepas ke masyarakat melalui media konservatif seperti perusahaan consumer goods memasang iklan di TV, majalah, Koran, radio untuk menanamkan image tertentu di mata konsumennya. politisi membayar media dan PR untuk menyampaikan informasi mengenai image publik nya. Dokter dan para ekspert, konsultan memberikan informasi mengenai obat mana yang baik, produk mana yang baik dst.

Saat ini dengan fenomena Groundswell ini, konsumen berinteraksi dengan sesamanya dengan lebih intens dan lebih terbuka, melalui beberapa teknologi sosial yang ada sat ini konsumen atau kustomer mencari informasi sendiri kepada sesama konsumen. Pada kenyataannya mereka lebih percaya pada konsmen lain yang telah menggunakan produk tertentu dari pada apa yang dikatakan marketer dari perusahaan tersebut. sebagai contoh (ini dari pemahaman saya sendiri):

1. Untuk memilih mobil yang hemat, bagus, konsumen tidak lagi bertanya pada salesmen berapa penggunaan bahan bakarnya, melainkan mereka akan bergabng dengan komunitas mobil dan bertanya pada sekumpulan konsumen lain untuk mendapakan kesaksian asli.

2. Untuk memilih buku, konsumen bisa membaca buku yang mendapat review yang bagus ataupun mempunyai rating yang tinggi

3. Membeli obat, konsumen dapat mengakses web untuk mencari ingridient dari obat tersebut dan detail pengunaan serta manfaat obat. mereka mencari refference dokter yang baik yang peduli dengan pasien berdarakan masukkan dari komunitas.

4. Membeli rumah, dan menentukan lokasi banjir atau tidak, mereka lebh percaya pada apa yang dikatakan oleh members lain yang sudah tinggal di daerah tertentu dibanding dari broker propertynya.

5. Memilih sekolah Anak, Menentukan liburan dan banyak hal lainnya semuanya saat ini bisa didapat di internet dan karenanya konsumen cenderung untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut dari sesamanya.

So, para pemilik produk atau brand, perlu waspada karena sekarang Anda tidak lagi in control terhadap pembentukan Brand atau image produk Anda.

Iklan

Read Full Post »

Belva

Belva: salah satu townhouse yang memiliki design yang unik dan berani. Anda bisa melihatnya dibawah ini.

Design bagian interiornya pun terasa luas.

Read Full Post »

Darkness can not exist in the present of light…

Satu kalimat yang saya dengar dari sebuah film Anime jepang di TV. well, ini membangkitkan kenangan lama saya menulis tentang kebaikan dan kejahatan yang mengambil filosofi ini. Pada dasarnya ialah kondisi yang bertentangan ini hanyalah situasi karena ada tidaknya unsur ketiga. dalam contoh di atas adalah ada tidaknya unsur cahaya, jadi bukan berarti benar-benar berlawanan.

Now,coba kita lihat beberapa case yang kelihatanya lawannya namun sebenarnya hanya situasi yang kondisional yang disebabkan ada tidaknya unsur ketiga. Berikut contohnya:

1. Gelap dan Terang, Gelap adalah kondisi tidak ada cahaya jadi memang kalau ada cahaya nggak mungkin ada gelap.

2. Pikiran positif dan pikiran negatif, mengacu pada filosofi diatas, maka kalau pikiran kita dipenuhi pikiran positif, maka otomatis yang bersifat negatif akan hilang, benarkah? coba kit renungkan lagi, saat semuanya berjalan mulus, kita senang dan berfikiran positif seolah pikiran negatif kita hilang.

3. Cinta dan Benci, kala orang di mabuk cinta rasanya semua tentang diri pasangannya so right nggak ada salahnya, beda setelah beberapa waktu kemudian. nah ada orang yang bilang benci tapi rindu, atau cinta tapi benci, menurut saya ialah situasi dimana muncul keragu-raguan sehingga berada diareal abu-abu, kembali pada analogi awal, itu daerah bayangan samar.

4. Hitam dan Putih, sebenarnya adalah kondisi ada tidak adanya cahaya yang berwarna warni itu sendiri, putih adalah kondisi dimana permukaan benda memantulkan hampir semua spektrum cahaya yang mengenainya, sedang hitam untuk permukaan yang menyerap cahaya.

5. Malam dan Siang, adalah efek ada tidaknya sinar matahari

Sebenarnya intiya kita harus selalu berada dalam cahaya, harus selalu memancarkan cahaya, atau memancarkan energi positif supaya tidak terjerat oleh hal-hal negatif, karena begitu kita tidak memancarkan pikiran dan energi positif, yang membawa kita dalam terang, kita akan otomatis menjadi negatif dan berada dalam gelap.

Kabar baiknya kita bisa selalu memancarkan pikiran dan perasaan yang positif melalui syukur kepada Tuhan YME dan perbuatan yang membuat kita bahagia.

Read Full Post »

Yang pertama kalau tidak satu-satunya apartment di Indonesia saat ini yang memiliki privat pool di unitnya, walau unit tersebut tidak terletak di ground.

Berikut gambar 3D nya:

Nah berikut ini videonya:

untuk foto-foto lebih lanjut Anda bisa langsung ke Nirvana atau di foto-foto show unitnya.

Read Full Post »

Saat ini saya sedang memasarkan beberapa proyek residensial Townhouse dan Apartment yang memiliki kualitas tinggi, memang ditujuakan bagi mereka yang menghargai quality living.

Salah satu diantaranya ialah Amaya townhouse lokasi di Jl. Jatipadang Raya, memiliki 11 unit rumah dan 8 unit Lodge. didesain dengan menarik oleh Aboday.

untuk lebih detailnya bisa langsung mengakses ke Amaya ini.

Read Full Post »

Pesta Demokrasi di Indonesia seakan tidak pernah habis. Hampir sepanjang tahun, kita disibukkan berbagai pemilihan untuk para pemimpin kita. Di tiap daerah provinsi bergantian menggelar Pilkada, dan dalam waktu dekat pula, Pemilihan untuk memilih pimpinan tertinggi negara ini akan digelar pula.

Bicara mengenai politik dan digital media, ada beberapa hal menarik yang bisa kita lihat:

1. Pengumpulan dana kampanye, dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Barack Obama yang cukup berani mengambil langkah tidak lazim dengan berkampanye melalui media online, bisa mengungguli kompetitor satu partainya Hillary dalam perolehan dana. Diberitakan oleh Washington Post, dalam kurun waktu dua bulan (Jan-Feb 2008), berhasil mengumpulkan dana kampanye sejumlah 91 juta Dolar Amerika, yang dikumpulkan dari lebih 1 juta donatur.

2. Image publik, digital media dapat membantu calon untuk membangun imagenya dengan lebih dekat dengan konstituennya, bisa dilakukan melalui email, social network, sms dst. saya ingat saat pemilihan gubernur DKI kemarin Fauzi Bowo, cukup gencar melancarkan kampanye melalui email dan juga sms, saya pribadi menerima materi kampanye tersebut. walau karena tidak melalui opt in, kesannya jadi lebih ke spam. SBY sendiri pernah memanfaatkan sms untuk kalau tidak salah mengucapkan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia, tentunya menerima sms dari presiden menimbulkan implikasi kedekatan tertentu di hati penerimanya.

3. Public vote, Public opinion, digital media bila dimanfaatkan secara benar, dapat menjadi media yang efektif dalam membentuk public opinion, mengenai issue tertentu.

4. Kepercayaan publik, setelah image/personality terbentu perlahan dapat dibangun kepercayaan publik pada figur politik atau partai politik tertentu, karena track record sang kandidat dapat di trace balik sehingga bial sang partai atau politikus tersebut konsisten antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan, maka akan dapat menimbulkan kepercayaan rakyat.

5. Feed back, media digital dapat menjadi sarana mendapatkan masukkan atau feed back dengan mudah dan cepat. dari hasil-hasil ini dapat segera dilakukan evaluasi untuk improvement kedepannya.

Demikian beberapa hal yang dapat di raih oleh mereka yang bergerak dalam dunia politik. Online media memungkinkan cakupan luas dan menjangkau banyak orang, saat ini Indonesia terdapat lebih dari 20 juta pengguna internet yang pastinya juga merupakan pemilih potensial pemilu.

Read Full Post »

Smart Agent

Saat ini terdapat milyar lebih halaman web di Internet. Berbagai informasi menjadi begitu banyaknya sehingga dalam keterbatasan waktu dalam upaya mencari informasi sangat sulit mencari info yang memang penting dan kita butuhkan. Bayangkan bila Anda ingin mencari info tentang rumah, ketika Anda mengetik rumah di google katakanlah muncul hasil query sebanyak 24 juta halaman (saya coba sendiri) jika kita cek satu-satu akan memakan banyak sekali waktu.

Perkembangan web berikutnya yang kerap dikatakan web 3.0 banyak menitik beratkan pada personalization. Salah satu fitur yang akan menjadi umum nantinya ialah kebaradaan smart agent.

Smart agent ialah program pintar yang dirancang untuk memfilter informasi berdasarkan kebutuhan orang yang memprogramnya, jadi jika saya membutuhkan rumah yang nyaman dengan harga murah dikawasan Kemang Jakarta misalnya, saya bisa memasukkan input ke program itu, dan program tersebut akan mencari data yang saya butuhkan dan menyajikannya dalam short list rekomendasi tanpa saya harus bersusa payah mencarinya.

Dalam beberapa hal bahkan smart agent ini bisa diprogram untuk mencari data sesuai dengan preference kita berdasarkan data search dan browsing sebelumnya.

Bisnis terutama yang berbasis web harus menyadari kemunculan smart agent ini, karena dengan keberadaan smart agent ini ada beberapa playing rule yang berubah seperti optimalisasi web untuk search engine jadi tidak akan lebih di arahkan pada bagaimana smart agent ini mencari informasi.

Read Full Post »

Older Posts »