Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2008

Bee Movie

Baru saja nonton film Bee Movie, sebuah film animasi yang menarik sekali. Namun yang menarik buat saya ialah dalam cerita di film itu dikisahkan lebah (bee) menuntut kepada manusia untuk mengembalikan seluruh madu yang diambil oleh manusia melalui pengadilan, dan para lebah memenangkan tuntutan ini. Akibatnya Para lebah kelebihan madu dan jadi tidak perlu lagi bekerja untuk membuat madu. Karena lebih tidak bekerja maka bunga-bunga menjadi mati dan kering tidak dapat berkembang biak (ceritanya butuh lebah untuk menyebarkan serbuk sari) sehingga di dunia bunga jadi langka. Kemudian juga pohon-pohon lainnya.

Melihat kejadian ini para lebah sadar dan kembali bekerja seperti sedia kala, (banyak sih yang saya tidak bahas dalam summary di atas) Yang menarik bagi saya ialah pesan yang disampaikan oleh film anak ini ialah bahwa kita harus tetap bekerja, karena dengan bekerja segalanya akan menjadi baik.

Well, keep working,….. nggak tahu kenapa saya merasa pola pikir ini kok sangat kapitalis ya?

Read Full Post »

Seth Godin dalam bukunya All Marketers are Liars memandang bahwa proses marketing ialah proses bercerita, bagaimana pemasar membuat cerita-cerita yang sesuai dengan pola pikir konsumen dengan tujuan agar konsumen mempercayai cerita tersebut yang menyebarkannya sebagai cerita mereka sendiri. Dalam proses ini dijelaskan saat konsumen mendengar cerita-cerita yang disampaikan, mereka akan meresponnya sesuai dengan pola pikir mashing-masing dan sekali konsumen sudah menetapkan kesan terhadap cerita tersebut, maka akan susah mengubahnya, karena yang terjadi kemudian konsumen cenderung melihat, mendengarkan atau mengungkapkan fakta yang sesuai dengan apa yang diyakininya.

Jadi kuncinya, pemasaran menurut buku ini bukanlah membuat produk, menganalisa segmen, memilih target dan mempromosikannya melalui berbagai media, namun lebih pada bagaimana pemasar membuat cerita yang autentik yang dapat diterima dan tersebar di masyarakat.

Menarik memang bahwa cerita ini berkembang bisa melalui berbagai media dan dan berbagai pola interaksi. Dalam buku ini juga disebutkan era promosi melalui iklan TV 30 dt atau 60 dt sudah tidak jamannya lagi, saat ini konsumen bersentuhan dengan begitu banyaknya media dan informasi yang dapat mempengaruhi cerita tentang produk yang akan kita pasarkan.

Bagaimana dengan Internet?

Walau memiliki kekurangan dalam hal kontak fisik langsung, media Internet dapat menjadi media yang powerful dalam menyampaikan cerita. Tools-tools seperti blog, widget, flash interactive, dst dapt menjadi elemen bercerita yang bagus, terlebih lagi image suatu produk atau brand dapat dipersonalisasikan sehingga seolah sebagai karakter yang hidup.

Well, dari sudut ini, jika Anda setuju dengan pendapat Seth, saya rasa Anda perlu segera memikirkan web strategi perusahaan Anda karena saat ini dan juga kedepan internet akan menjadi media percakapan (conversation) antara konsumen yang kuat, dimana konsumen berbagi cerita dan pengalaman mengenai berbagai jasa, brand dan produk.

Read Full Post »

Kalau Anda orang yang tertarik untuk mengetahui mengenai bagaimana web 2.0 mengubah cara-cara orang berbisnis, slide dibawah ini mungkin bisa membantu menerangkannya dengan cara yang menarik.

Kita jadi tahu mengapa microsoft perlu membeli Yahoo dalam rangka menghadang Google.

Read Full Post »

Kemarin saya sempat untuk melihat-lihat video Barack Obama di youtube.com dan kesan saya pertama kali ialah wow, orang ini memang seorang orator yang baik, bisa membawa pendengarnya bersemangat mendengarkan pidatonya dan terutama  cara menyampaikan point-point kampanyenya terdengar cerdas. Tema sentral yang diusungnya yaitu “Change” atau perubahan rupanya sangat mengena public Amerika saat ini yang mendambakan pemimpin yang lebih memperhatikan kondisi dalam negeri daripada sibuk dalam urusan luar negeri.

Sebagai orang keturunan Kenya dan Amerika, Obama dengan pintar menggunakan kondisinya yang unik ini sebagai entry point apa itu menjadi United States of America. Karena memang Amerika terdiri dari barbagai suku bangsa.

Hingga saat ini (18 Maret 2008) Obama masih memimpin dalam perolehan delegasi sebagai calon kandidat dari Partai Demokrat. Dari banyak survey yang dilakukan di seluruh dunia, Obama memimpin perolehan suara diantara calon Presiden Amerika lainnya.

Sekarang dunia akan menyaksikan, apakah Barack Obama dapat menjadi Presiden Amerika kulit berwarna pertama? 

Read Full Post »

Sekalipun social network merupakan fenomena yang mengesankan dengan segala keuntungannya, namun sebagaimana hal lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai social network ini, terutama yang berkaitan dengan biaya-biaya baik financial ataupun social.

Beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya:

Moderation, Social network seperti juga tools web 2.0 lainnya pada intinya ialah percakapan atau conversation antara members ataupun antar members dan perusahaan. Karenanya dengan masuknya perusahaan dalam social network, moderation ini sangat penting untuk mencegah hal-hal seperti diskusi negatif terjadi.

Control, dalam social network, kontrol dari perusahaan bisa dikatakan lemah karena perusahaan tidak dapat mengatur isi dari diskusi yang terjadi dalam forum-forum diskusi. yang perlu dijaga jadinya ialah memonitor dan merespon setiap isu negatif supaya tidak berkembang merugikan perusahaan.

Financial Benefit, Saat ini bahkan perusahaan seperti Google memiliki kesulitan dalam monetizing socal network. Yang di maintainnya. Namun bagi perusahaan yang masuk dalam arena social network ini bukan dengan tujuan untuk mendapatkan uang dari situs social network namun lebih untuk mendapatkan customer insight, akan dapat mengambil manfaat dengan sebaik-baiknya.

Cost, bagi perusahaan yang ingin membuat situs social network sendiri, perlu di pikirkan biaya yang dikeluarkan untuk membuat dan memaintain situs tersebut yang tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika perusahaan hendak masuk dalam dunia social network.

Read Full Post »

Social Network adalah jenis situs yang berkembang pesat belakangan ini. Pertumbuhannya baik di dunia ataupun di Indonesia begitu fenomenalnya, hanya situs sejenis search atau directory yang dapat mengalahkan trafficnya. Situs seperti MySpace dan Facebook, menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan.

Dalam konteks bisnis, kita harus tahu seberapa jauh fenomena ini mempengaruhi role of playing in business. Social Network seperti juga business tools lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa perusahaan mencoba membuat situs Social Networknya sendiri, namun ada juga yang mencoba memanfaatkan situs social network yang ada untuk kepentingan bisnisnya.

Beberapa kemungkinan objektif dari perusahaan mengapa mereka menggunakan social network untuk aktifitas marketingnya ialah:

Insight dari customers,
Dalam situs social network banyak dibahas produk, dan layanan. Dengan metode yang tepat perusahaan bisa mendapatkan informasi/insight dari customernya.
Suara customer,
Forum Social network bisa digunakan menjadi semacam media penyaluran suara konsumen, sehingga komentar-komentar konsumen dapat di wadahi.
Brand Experience,
Menggunakan Social Network dapat menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan bagi customer, melalui pengalaman social, dimana antara customer dapat saling bertemu dan berinteraksi.
Image Perusahaan,
Pendekatan social ini bisa membawa image positif terhadap perusahaan sebagai perusahaan yang manusiawi.
Community,
Membangun komunitas produk dan membangun database pelanggan melalui metode yang tidak memaksa, bahkan menyenangkan.
Learning,
Dengan membaca informasi yang kaya dari tangan pertama, perusahaan dapat belajar dari customernya yang kemudian dapat diterapkan dalam, pengembangan produk baru, update produk, support dan service, strategi marketing dan banyak hal lainnya..
Service & Support,
Bila basis pelanggan sudah banyak, bisa dilakukan pendekatan self support dimana pelanggan dapat saling menjelaskan solusi, berbagi tips, dll. Hal ini terutama sangat bermanfaat untuk pelanggan baru yang mulai menggunakan produk atau jasa tertentu. Hal seperti ini sudah berjalan seperti di komunitas Harley HOG (namun tidak online), bayangkan bila hal ini dilakukan secara online.
Customer Loyalty,
Untuk membangun loyalty, ikatan terhadap komunitas sedikit banyak bisa berimplikasi pada loyalitas pada produk atau brand itu sendiri.
Biaya,
Bila dilakukan dengan benar, bisa mengurangi biaya perusahaan seperti biaya support, biaya marketing dst.
Transparency,
Apabila kepercayaan customer sudah dipegang maka program-program marketing akan lebih efektif dan memakan waktu lebih singkat karena tidak perlu berjuang untuk mendapatkan kepercayaan konsumen lagi.

Beberapa hal diatas kemungkinan dapat bertambah seiring dengan berkembangnya fenomena ini. Namun perlu dicatat, selain sisi positif ini, social network juga memiliki beberapa hal yang dapat mengarah pada hal yang tidak terlalu baik.

Read Full Post »

Salah satu yang saya yakini ialah adanya suatu prinsip-prinsip universal yang berlaku dalam ala mini. Hukum-hukum fisika dan kimia meneguhkan kepercayaan ini. Keyakinan bahwa alam ini dibangun dalam satu kerangka system dan bukan sesuatu yang cheos telah membawa manusia pada perkembangan ilmu dan teknologi hingga saat ini.

Dalam konteks social seharusnya juga ada prinsip-prinsip yang sama. Kadang prinsip ini begitu sederhana dan mudah hingga kadang susah dilaksanakan he..he..he……kelihatannya berlawanan, tapi menurut saya ada benarnya juga, dan prinsip yang sederhana ini biasanya juga terdapat dalam berbagai aspek kehidupan. Kita menjalankannya tanpa sadar dengan demikian mudah, namun biasanya begitu kita menyadarinya jadi susah dilakukan.

Sebagai contoh saya ingin membahas Prinsip: “Memberi lebih baik daripada menerima atau meminta” , karena dengan memberi kita akan menerima. Prinsip ini kalau saya amati banyak terdapat dimana-mana.

1. Belajar, dalam belajar cara yang paling mudah untuk meyakinkan diri kita bahwa kita sudah mengerti ialah dengan mengajar orang lain. Kalau kita memberi atau membagi ilmu dengan orang lain, otomatis kita akan belajar lebih banyak lagi dan akan mengerti lebih dalam lagi. Karena dua hal. Pertama untuk bias mengajar kita harus tahu dan mengerti dulu. Yang kedua, untuk dapat menyampaikan materi dengan tepat kita harus dapat merumuskan konsepsinya terlebih dahulu di otak kita.

2. Law of Attraction, dalam bukunya the secret, Rhonda menulis bahwa untuk mendapatkan uang yang banyak kita harus juga memberi. Alasannya karena dengan kita memberi dan merasa senang karenanya, kekuatan law of attraction akan bergerak untuk memberikita lebih banyak uang lagi supaya kita bias memberi dengan lebih banyak lagi.

3. Robert Kiyosaki, Dalam salah satu bukunya menuliskan bahwa saat ia sedang dalam kondisi kekurangan dia justru memberi dengan lebih banyak lagi. Kemudian beliau juga menganjurkan saat kita sudah mencapai sukses dan financial freedom, kita harus mengembalikan sebagian dari harta yang kita dapat pada orang yang membutuhkan.

4. Agama, dalam agama juga kita dianjurkan untuk memberi sedekah atau zakat walau sedikit. Tindakan memberi selalu dianjurkan dalam agama mulai dari mulai dari memberi harta, makanan, kurban hingga ampunan.

5. Alam danau, bayangkan suatu analogi danau didarat harus mengalirkan sebagian airnya ke sungai agar danau itu tidak mati. Karena air yang dialirkannya pada akhirnya akan ke laut dan kemudian menguap, menjadi awan, dan turun sebagai hujan untuk mengisi kembali air danau itu. So memberi itu disini menjadi bagian dari proses kehidupan.

6. Alam bunga, bunga memberikan madunya pada lebah sehingga ia bias berkembang biak.

7. John Naisbit dalam bukunya Mind Set menuliskan prinsip Jangn menambah tanpa mengurangi. Prinsip ini menurut saya bisa dijelaskan sebagai berikut seperti gelas yang sudah penuh tidak dapat diisi lagi, kalau dipaksakan akan tumpah-tumpah. Maka jalan untuk bisa mendapatkan air baru yang fresh ya dengan memberi atau mengurangi isi yang sudah ada. Sehingga kita dapat mengisinya lagi dengan sesuatu yang beru sehingga kita bisa berkembang.

8. Bela diri, Dalam ilmu beladiri Ikido, juga diajarkan untuk memancarkan atau memberikan Ki atau Chi, pada setiap orang sehingga seeorang dapat menerima Ki atau Chi yang lebih banyak.

9. Bisnis, Dalam berbisnis juga sebenarnya prinsip ini yang berlaku, sebelum customer membeli produk kita, kita harus memberikan atau paling tidak mengkomunikasikan value dari produk dan jasa yang kita berikan pada customer.

10. Internet, Perkembangan dunia bisnis di Internet saat ini diwarnai dengan berbagai hal yang diawali dengan memberikan service gratis atau free. Email free, free sample, free download dll. Baru kemudian ketika customer tertari, perusahaan bisa menawarkan premium service dengan bayaran.

11. Open Source, Fenomena opensource juga diawali dengan memerikan source secara gratis untuk kemudian mendapat income dari support dan jasa implementasi.

12. Keseharian, Dalam level keseharian seringkali kita juga dihadapkan pada pelaksanaan prinsip ini. Misal kita harus memberikan tenaga dan waktu pada perusahaan sebelum mendapat gaji.

Saya yakin masih banyak contoh lain yang mirip-mirip seperti hal-hal di atas. Silahkan menambahkan dalam komentar Anda.

Read Full Post »