Positive vs Negative Thinking

Akhir-akhir ini banyak didengungkan mengenai masalah berfikir positif, baik di majalah, di radio, dan dibanyak buku-buku self improvement. Saya sih setujua aja bahwa berfikir positif itu penting daripada berfikir negatif, hmm…. tepatnya lebih mudah. buat saya pribadi lebih suka berfikir positif karena:

1. Optimistis, Positive Thinking, itu memberi perasaan optimis, dan semangat untuk melakukan sesuatu.

2. Law of Attraction, Katanya bisa juga terjadi efek yang sesuai dengan Law of Attraction jadi menarik hal-hal yang positif juga ke arah kita

3. Tidak capek, kalau berfikir negatif kita capek karena ada ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan kemungkinan negatif yang bisa saja terjadi dalam segala aspek kehidupan kita, jadi dengan berfikir positif kalau hal tersebut tidak akan terjadi hidup jadi lebih mudah. Tapi gimana kalau ada kejadian negatif? Ya… hadapi dan ambil hikmahnya aja. tetap mending daripada berfikir mengantisipasi ribuan, jutaan kemungkinan negatif yang belum tentu terjadi, mending menghadapi satu kejadian negatif yang sudah jelas.

4. Bagian dari Iman, Berfikir positif ini, bagi saya pribadi sebagai cerminan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Logikanya, kalau kita benar-benar percaya kepadaNya, bahwa semua yang terjadi itu kehendakNya, mengapa kita harus khawatir dan berfikir negatif, kan kita percaya kalau Tuhan pasti memberikan yang terbaik pada kita. Tinggal kita harus berusaha yang terbaik juga.

5. Tenang dan bahagia, karena pikiran tidak dikotori oleh prasangka dan dugaan negatif aja sepanjang waktu.

Namun, bahkan dengan semua kesadaran di atas, tetap saja aku memiliki pikiran negatif, well…… paling tidak kesadaran di atas membantu saya untuk menjaga, benar menjaga agar pikiran tetap positif.

Sebagai catatan akhir, saya percaya pikiran positif saja tidak cukup…… Harus di barengi dengan perasaan positif.

Begitulah….

Iklan

3 thoughts on “Positive vs Negative Thinking

Add yours

  1. Hmmm…. IMHO, Tidak ada kejadian tanpa tindakan.
    Kalau cuma positive thinking tanpa follow up atau mulai bertindak dengan apa yg dipikirkan, kayaknya gak akan ada perubahan deh..

    Gw masih agak skeptis dengan Law of Attraction (yg diadopt abis2an sama The Secret-nya Rhonda Bryne) untuk aplikasi praktis diluar religiusitas..

    Kalau Law of Attraction diadaptasi dalam konteks religius, seperti “Quantum Ikhlas” -nya Erbe Sentanu, buat gw kayaknya kok lebih nyambung..

    Just comment..

  2. Hehehe…berpikir positif atau negatif, tergantung apa dulu pekerjaan atau bisnis yang ditanganinya.

    Kalau pekerjaannya sebagai Motivator, Mentor, Inspirator, Tukang Sensor, Koruptor…dan sejenisnya, maka berpikirnya mesti harus positif terus. Karena dengan berpikir positif, maka mereka ini akan memperoleh hal yang menyenangkan dirinya, entah kekayaan, pujian, fans, dan semacamnya. Koruptor pun jelas positif, kalau berpikit negatif..wah, mereka pasti nggak berani korupsi lho…hehe.. 😉

    Tapi kalau pekerjaannya sebagai Advokat, Pengacara, Jaksa, Polisi, Hakim, Satpam, Body Guard…dan sejenisnya, maka cara berpikirnya justru harus mengutamakan berpikir negatif. Nah, jenis kerja seperti ini, kalau berpikir positif terus, maka mereka pasti kena pecat, paling tidak pasti kena marah-marah bos-nya deh…atau kena marah yang sewa dan bayar mereka. Makanya, mereka ini harus berpikir negatif, harus selalu curiga, untuk meningkatkan kewaspadaannya, dan memenangkan ambisi egonya….hahaha..

    Oke, senang kenal dengan Mas Ivan Brahma ini.. 🙂
    Salam Luar Biasa Prima!
    Wuryanano 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: