Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2007

Beberapa waktu ini saya nonton film seri Korea judulnya “Jumong” sebuah film seri yang mengambil latar belakang sejarah Korea. Dalam film ini dikisahkan bagaimana sang tokoh Jumong menyatukan suku-suku yang terpecah belah dan mendirikan negara Goguryeo dan menjadi raja dengan gelar “King Dongmyeong of Goguryeo”.  Goguryeo ini adalah satu dari 3 kerajaan yang kemudian bersatu membentuk negara Korea modern saat ini.

Yang menarik ketika menonton film ini ialah fakta bahwa saat ini Korea tengah mengusahakan penyatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan, sehingga film ini kelihatannya memang dibuat untuk menjadi pendorong semangat nasionalis korea bersatu. kita tahu bahwa Amerika juga termasuk yang banyak membuat film-film yang menginspirasikan nasionalisme Amerika mulai dari Independence Day, Patriot, dll. Chinapun melalui film Hero nya yang dibintangi Jetlee, Zang Ziyi juga mengusung visi nasionalisnya. Dalam film hero diceritakan diakhir bahwa kepentingan yang lebih besar (kepentingan negara) harus lebih didahulukan daripada kepentingan pribadi, bahkan ketika kita menjadi korban kekuasaannya. 

Penggunaan film sebagai alat untuk membangun nasionalis sudah banyak dilakukan. Saya membayangkan untuk Indonesia, cerita majapahit dengan sumpah palapanya harusnya bisa juga tuh dijadikan film yang menarik.

Read Full Post »

Brahmastagi

Sebuah nama yang sulit kah? memang betul, sejak kecil nama ini membuat guru-guru berhenti 1-2 detik untuk berkonsentrasi membacanya, sebelum memanggil nama ini. untungnya ada nama panggilan Ivan yang mempermudah orang mengingat.

Berbagai variasi tanggapan muncl ketika saya menjawab nama brahmastagi, sebagian menghubungkannya ke kota Brastagi, sebagian ke pewajangan Brahma, atau Group Bragi (yang ini jarang di sebut orang) sebagian lagi bingung dan tidak mencoba-coba mengaitkannya.

Memanggilnyapun jadi beda-beda ada yang Brahma, ada yang Bram, ada yang Agi (seingetku ada 1 orang yang manggil kayak gini).

Akhir-akhir ini saya justru menghargai nama ini, sebuah nama yang unik hanya satu-satunya didunia hingga saat ini, bayangkan diantara 6 milyar lebih penduduk dunia, nama ini hanya ada satu, bukankah membanggakan? 🙂

Dan untungnya memiliki nama unik ialah dimanapun mendaftar di internet username yang dicari pasti ketemu, kalaupun tidak ketemu yah berarti saya sudah pernah datang dan mendaftar namun lupa saja.

Walau susah diucapkan, nama unik ini kadang juga bisa justru mengingatkan orang “hm… namanya aneh, …. unik…. gitu…” begitulah orang mengingatnya.

Well, bagaimanapun ini adalah nama saya dan saya bangga menggunakannya.

Read Full Post »

Internet, Medan Perang Baru?

Kemarin saya membaca 2 berita terpisah, yang satunya di Internet, berita yang menyatakan bahwa di Amerika pada tahun 2011 Internet akan menjadi medium terbesar dimana mereka menghabiskan dana marketingnya. saat itu media cetak dan televisi konventional akan berkurang share iklannya. Untuk di Indonesia, hal ini mungkin saja masih lama akan terjadi, namun dari sejarah trend yang dimulai di Amerika biasanya berkembang menjadi trend dunia, apalagi yang berkaitan dengan Internet.

Disisi lain saya membaca diharian kompas mengenai bagaimana arus bandwidth yang tinggi ke international network merupakan area spending terbesar dari ISP-ISP di Indonesia. hal ini terjadi karena situs-situs favorite orang Indonesia ialah situs internasional yang nota bene ada di Amerika.  Harus diakui bahwa Amerika saat ini memimpin perkembangan di dunia Internet dengan berbagai perusahaan .com nya menggurita.

Kalau kedua trend tersebut terjadi artinya perusahaan-perusahaan di Indonesia akan mulai memasang iklan di situs-situs yang dimiliki perusahaan Amerika atau dunia yang secara fisik berada nun jauh di sana namun dekat dengan pengguna-pengguna di Indonesia. Jangan kaget kalau nanti iklan minuman Bandrek atau wedang terpampang di google, facebook atau yahoo. minuman yang tidak dikenal disana.

Saat itu, bagaimana wajah industri media di tanah air? Apakah akan menjadi lebih lesu dari saat ini, atau bisa bangkit membangun centra-centra komunitas internet yang kuat bersaing dengan witus-situs yang ada. Sesuatu hal yang berat mengingat hingga saat ini Indonesia tidak memiliki situs .com yang mendunia.

Andai kata video, movie, music, ring back tone, wallpaper, TV, Radio dll banyak di beli atau di nikmati melalui internet pada situs-situs yang berada di luar negeri, apakah keuntungan dari negeri ini? Apa ada pajak yang dibayarkan? berapa potensi pajak yang akan hilang? berapa potensi iklan yang berkurang, berapa biaya bandwidth yang harus dibayarkan? dan banyak pertanyaan lagi. 

Well, kelihatannya medium maya internet akan menjadi peperangan berikutnya bagi kekuatan ekonomi-ekonomi dunia. Dan masalah ini bukan hanya untuk Indonesia, namun semua negara lain karena di dunia ini, tidak dibatasi oleh batas fisik dan teritorial. bahkan ada kemungkinan akan muncul mata uang internet yang berlaku secara universal dengan bank-bank internet yang bertugas melakukan transaksi tukar.

Singapore negeri kecil ini sangat menyadari arti penting Internet bagi perekonomiannya kedepan sehingga negara ini saat ini banyak memberikan grand ataupun sumbangan bagi perusahaan ataupun proyek-proyek pengembangan multimedia dan internet. Bagi Singapore Internet merupakan konsekuensi logis masa depan ekonomiknya karena secara fisik, mereka sudah sangat optimal.

Pertanyaannya kemudian  apa yang bisa dilakukan Indonesia? Bayangkan ketika nanti hampir semua yang bisa di digitalisasi ditransaksikan melalui internet, akankan Indonesia gigit jari karena warganya belanja dari toko sebelah?

Read Full Post »

Untitled Document

Ditengah segala hype dan euphoria online marketing saat ini ada beberapa hal yang menurut saya perlu di perhatikan. Salah satunya ialah Score pertandingannya.

Mengambil dari istilah John Naisbit dalam bukunya Mind Set, kita harus selalu melihat Score Pertandingannya (lihat faktanya). Fakta pertama tentunya dari data statistik yang ada di internet (menurut http://www.internetworldstats.com/stats.htm)

Statistik terakhir pengguna Internet

WORLD INTERNET USAGE AND POPULATION STATISTICS

World Regions

Internet Usage, Latest Data % Population ( Penetration ) Usage % of World Usage Growth 2000-2007
Africa

43,995,700

4.7 %

3.5 %

874.6 %

Asia

459,476,825

12.4 %

36.9 %

302.0 %

Europe

337,878,613

41.7 %

27.2%

221.5 %

Middle East

33,510,500

17.3 %

2.7 %

920.2 %

North America

234,788,864

70.2 %

18.9%

117.2 %

Latin America/Caribbean

115,759,709

20.8 %

9.3 %

540.7 %

Oceania / Australia

19,039,390

55.2 %

1.5 %

149.9 %

WORLD TOTAL

1,244,449,601

18.9 %

100.0 %

244.7 %

Asia saat ini memiliki pengguna terbanyak internet. Dari semua pengguna Internet di Asia, pengguna di Indonesia:

ASIA INTERNET USAGE AND POPULATION

ASIA

Internet Users, Latest Data Penetration (% Population) (%) Users in Asia Use Growth ( 2000-2007 )
Afganistan

535,000

2.0 %

0.1 %

53,400.0 %

Armenia

172,800

5.9 %

0.0 %

476.0 %

Azerbaijan

829,100

9.8 %

0.2 %

6,809.2 %

Bangladesh

450,000

0.3 %

0.1 %

350.0 %

Bhutan

30,000

3.7 %

0.0 %

5,900.0 %

Brunei Darussalem

165,600

41.0 %

0.0 %

452.0 %

Cambodia

44,000

0.3 %

0.0 %

633.3 %

China

162,000,000

12.3 %

35.3 %

620.0 %

East Timor

1,000

0.1 %

0.0 %

0.0 %

Georgia

332,000

7.6 %

0.1 %

1,560.0 %

Hong Kong *

4,878,713

68.2 %

1.1 %

113.7 %

India

60,000,000

5.3 %

13.1 %

1,000.0 %

Indonesia

20,000,000

8.9 %

4.4 %

900.0 %

Japan

87,540,000

68.0 %

19.1 %

85.9 %

Kazakhstan

1,247,000

8.5 %

0.3 %

,681.4 %

Korea, North

0.0 %

Korea, South

34,120,000

66.5 %

7.4 %

79.2 %

Kyrgystan

298,100

5.5 %

0.1 %

477.7 %

Laos

25,000

0.4 %

0.0 %

316.7 %

Macao*

201,000

40.1 %

0.0 %

235.0 %

Malaysia

14,904,000

52.7 %

3.2 %

302.8 %

Maldives

20,100

6.6 %

0.0 %

235.0 %

Mongolia

268,300

10.3 %

0.1 %

794.3 %

Myanmar

300,000

0.5 %

0.1 %

29,900.0 %

Nepal

249,400

1.0 %

0.1 %

398.8 %

Pakistan

12,000,000

7.2 %

2.6 %

8,861.9 %

Philippines

14,000,000

16.0 %

3.0 %

600.0 %

Singapore

2,421,800

66.3 %

0.5 %

101.8 %

Sri Lanka

428,000

2.2 %

0.1 %

252.3 %

Taiwan

14,500,000

63.0 %

3.2 %

131.6 %

Tajikistan

19,500

0.3 %

0.0 %

875.0 %

Thailand

8,465,800

12.6 %

1.8 %

268.1 %

Turkmenistan

64,800

0.9 %

0.0 %

3,140.0 %

Uzbekistan

1,745,000

6.6 %

0.4 %

23,166.7 %

Vietnam

17,220,812

20.3 %

3.7 %

8,510.4 %

TOTAL ASIA

459,476,825

12.4 %

100.0 %

302.0 %

data : September 30, 2007

Indonesia menurut situs tersebut memiliki 20 juta pengguna internet atau naik 900% dari tahun 2000 (dalam waktu 7 tahun) jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi internet terbanyak di Asia Tenggara dan untuk Asia di bawah China, India, Jepang dan Korea Selatan. Menurut data Nielsen yang saya tahu juga pengguna internet di Indonesia berjumlah sekitar 18 juta dengan estimasi perkembangan kedepan mencapai 35 juta dalam 3 tahun kedepan.

Dari sini kita baru tahu Market Size dari pengguna internet tapi belum tahu siapa saja yang sebenarnya melakukan surf di Internet.

Beberapa fakta tambahan lainnya ialah:

  1. Bisa dimengerti kalau pengguna Internet didominasi oleh mereka dengan SEC A1, A2, B jumlahnya mencapai lebih dari 50% pengguna karena mereka umumnya berpendidikan lebih tinggi dibanding kelas lainnya.
  2. Kebanyakan pengakses dari kalangan pelajar dari berbagai jenjang dan pekerja kerah putih.
  3. Mereka mengakses kebanyakanan dari warnet dan kantor.
  4. Sebagian besar masih single (bisa dimengerti kalau sudah nikah bisa dimarahin sama istri/suaminya kalau kelamaan online)
  5. Penetrasi Internet masih rendah (kalau data diatas benar berarti baru sekitar 10%)

Semua fakta diatas ini masih harus sangat kurang dan perlu dikeritisi dengan lebih dalam, terutama bagi perusahaan yang ingin menggunakan medium ini sebagai media penjualan.

Sejauh mana perusahaan-perusahaan besar saat ini menggunakan internet sebagai media mereka baik? untuk PR ataupun Marketing?. Berapa yang mereka investasikan untuk membangun sarana online? Dan bagaimana return mereka? menjadi pertanyaan yang krusial. Karena menurut saya ketika perusahaan-perusahaan besar di Indonesia mulai menginvestasikan dana yang cukup besar dalam dunia internet didukung perkembangan populasi internet yang terus meningkat barulah medium internet untuk bisnis di Indonesia akan menjadi industri yang sesungguhnya.

Read Full Post »

Sinetron Kita

Beberapa saat sebelum lebaran tahun ini saya sering berkesempatan pulang lebih sore, dan berhubung masih sore maka TV pun dikuasai oleh mereka yang selalu dirumah dan tontonan Sinetronpun terpampang didepan mata.

 

Sebelumnya memang saya sudah membaca ataupun mendengar banyak kritik mengenai dunia pertelevisian kita yang didominasi oleh tontonan Sinetron. Karenanya ekspektasi saya juga tidak terlalu tinggi.

 

Ketika saya menonton sendiri, saya berfikir kalau rating Sinetron adalah acara TV yang paling tinggi, berarti sebagaian besar masyarakat Indonesia mendapat informasi dan gambaran “realita” seperti yang ada dalam sinetron. Masalahnya ketika mereka menginternalisasi hal-hal yang didalam sinetron tanpa sadar maka paradigma-paradigma yang akan terbentuk juga tidak akan sehat.

Ada beberapa point yang menurut saya perlu dipikirkan.

1. Bila sepanjang sinetron katakanlah 50 episode penonton disuguhi cerita dimana pihak yang baik menderita dan bodoh dan hanya di episode terakhir yang jahat kalah, maka yang akan terekam adalah jadi orang baik itu identik dengan bodoh dan rugi. so… jadilah orang yang licik tapi hati-hati.

 

2. Ada digambarkan seorang anak kecil yang sangat dewasa dalam menerima penderitaan. Tidak digambarkan sebagai seorang anak yang lebih polos dan banyak bermain.

 

3. Disisi lain ada anak yang dilukiskan sangat licik sehingga semua tentangnya serba palsu dan licik tidak ada unsur kebaikannya sama sekali.

 

4. Penggunaan kata-kata ‘kasar’ yang bertebaran diberbagai bagian sinetron terutama dibagian yang marah-marah. Ditambah lagi visualisasi mata melotot dan sound efek yang dramatis.

 

5. Cerita yang berputar-putar cenderung tidak logis seolah memaksakan realita yang tidak nyata. Jadi teringat ibu saya baru menonton satu episode pertama sebuah sinetron langsung marah-marah… 🙂

 

6. Point 5 itu biasanya diakhiri dengan cepat dalam 1-2 episode terakhir yang sebenarnya kadang sudah diprediksi jauh hari sebelumnya.

 

7.Kalau diperhatikan cerita adanya kecelakaan, lupa ingatan, penculikan, fitnah, penipuan hampir selalu ada

 

Wah daftar ini bisa terus diperpanjang (kalau ada yang mau memperpanjang silahkan)

dan… Begitulah realita sinetron kita menurut saya, well yang saya takutkan ialah kalau generasi baru Indonesia besar dalam gambaran realita seperti itu, akan jadi seperti apa nantinya negara ini.

 

Apa kata dunia?

Read Full Post »

Marketing for Infant?

Saya membaca hal menarik di situs trendwatching.com mengenai bagaimana research yang dilakukan di Swis mengenai ‘promosi’ brand building mulai dari kandungan. berikut kutipan paragrafnya.

a Swiss study has found that when sufficiently exposed to child-friendly brand jingles, tunes and spoken messages during pregnancy, up to 77% of all newborns not only recognize these brand markers, but develop a brand preference that could last until puberty, and probably into adulthood (final results are not yet available as the project only started two years ago). Furthermore, an astounding 23% of infant participants could indicate at least 9 out of 12 favorite brands using rudimentary hand signals.

Well, kalau fakta ini benar maka persaingan usaha dan pembangunan brand akan berkembang ke level yang lebih jauh lagi dan lebih awal lagi. Memang karena penelitiannya belum selesai pengaruh realnya terhadap brand value and penjualan produk belum kelihatan. Disisi lain jika study ini terbukti benar, mereka yang memilih untuk menunggu harus ketinggalan satu generasi untuk turut terjun kedalam gelanggang persaingan.

Satu hal lagi jangan lupa mengaca dari kehidupan saya sehari-hari, banyak keputusan pembelian di rumah didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan buah hati iya nggak? :-))

Read Full Post »